Pakai Makeup Mengandung Glitter, Amankah?

Glitter bukan hal baru yang kita temukan di produk makeup. Tren penggunaan produk yang berkilau seperti eyeshadow, highlighter, dan glowing cream bisa membuat penampilan lebih menarik. Tapi, di balik kilauan glitter ternyata ada dampak negatifnya, lho!

GLITTER MAKEUP 1

Glitter adalah partikel kecil yang umum dijadikan bahan campuran produk makeup untuk memberikan kesan kilau pada kulit penggunanya. Partikel kilau ini dibuat dari mika atau plastik seperti polyethylene terephthalate (PET), polyethylene (PE), dan polypropylene (PP).  Bahan tersebut dipotong menjadi partikel kecil yang tidak tajam, sehingga mengurangi risiko goresan pada permukaan kulit. Namun, glitter yang digunakan pada area mata tetap rentan menimbulkan iritasi mata dan apabila terhirup atau terkonsumsi dapat terakumulasi di dalam tubuh. Selain itu, partikel yang terbuat dari microplastic sulit terurai di lingkungan.

Partikel glitter pada makeup yang kita pakai dapat bertahan ratusan tahun di lingkungan sama halnya dengan botol atau sedotan plastik, bedanya, jumlah partikel ini jauh lebih banyak dari botol atau sedotan plastik karena ukurannya yang sangat kecil. Ukuran partikel glitter yang sulit dilihat dengan mata telanjang menjadikan partikel glitter dapat tersebar luas di lingkungan tanpa kita sadari. Partikel glitter dapat membawa senyawa berbahaya di lingkungan yang membuatnya menjadi agen pembawa racun di tanah, air, maupun udara. Di perairan, titik-titik kemilau ini dapat terkonsumsi oleh plankton dan hewan air lainnya, lalu masuk ke rantai makanan. Bisa jadi, seafood yang kita konsumsi sudah tercemar oleh glitter! Hiii!

Meskipun memiliki dampak buruk, ada kok cara bijak yang dapat kita lakukan untuk menguranginya! Setiap kali menggunakan produk mengandung glitter untuk riasan, pastikan memang merupakan cosmetic-grade glitter. Penggunaan craft glitter untuk makeup bisa membahayakan karena biasanya partikelnya dipotong dengan bentuk heksagonal yang memiliki sisi-sisi tajam, sehingga dapat menggores permukaan kulit dan melukai kornea apabila masuk ke dalam mata.

Kesadaran akan bahaya glitter pada lingkungan menyebabkan para peneliti mulai mengembangkan produk yang terbuat dari bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti fluorphlogopite dan selulosa dari pohon Eucalyptus. Yang dibuat dari bahan ramah lingkungan ini disebut eco-friendly glitter atau biodegradable glitter, dan dapat terurai lebih cepat sehingga nggak berbahaya bagi makhluk hidup lainnya. Beberapa perusahaan kosmetik sudah ada yang mulai mengganti jenis glitter dalam produknya menjadi eco-friendly dengan harapan dapat mengurangi dampak buruk bagi lingkungan. Produk eco-friendly ini bisa jadi opsi yang tepat bagi kita yang mau ambil bagian dalam melestarikan lingkungan melalui eco-friendly beauty. Yuk, mulai sekarang kita bijak dalam penggunaan glitter di makeup kita sehari-hari karena benar ternyata “all the glitters are not gold”!

 

Image: Freepik.com