Parfum Diptyque Terbaru: Eau de Minthé | Firday Fragrance

Kalau kamu adalah salah satu pecinta niche fragrance, pasti udah nggak asing lagi sama label wewangian asal Prancis ini. Kalau kemarin-kemarin Diptyque sudah dua kali meluncurkan scented candle untuk merayakan Natal dan juga Valentine’s Day, nah kali ini muncul fragrance terbarunya yang unisex. Say hello to Diptyque Eau de Minthé!

Diptyque Eau de Minthe

Mitologi Eau de Minthé

Nggak afdol rasanya kalau dalam proses pembuatan fragrance-nya, Diptyque tidak memasukkan cerita yang puitis atau mitologi di dalamnya. Nah, dalam rangka menyambut musim panas tahun ini, Diptyque mengambil mitologi Yunani yang membahas kisah cinta terlarang antara dewa Hades sang penguasa kerajaan underworld, dengan seorang peri bernama Minthé. Kenapa dibilang terlarang, karena sebenarnya Hades sudah memiliki istri, yaitu Persephone. Cinta terlarang ini bisa terjadi, karena memang setiap ½ tahun Persephone menghabiskan waktunya di dunia, dan ½ tahun lainnya dihabiskan untuk bersama Hades di underworld, jadi akhirnya Hades merasa sedih dan kesepian. Sampai akhirnya Persephone memergoki mereka dan mengutuk Minthé menjadi pohon mint di dunia.

Baca juga: Beragam Hal Tentang Parfum yang Harus Kamu Tahu

Nah, dari cerita seru itulah Diptyque ingin memunculkan twist terhadap aroma fougère (Bahasa Prancis untuk fern atau pakis) tradisional dengan sentuhan mint yang lebih modern. Supaya lebih kebayang aromanya, fougère,sendiri adalah salah satu kategori wewangian yang berasal dari kombinasi lavender, oakmoss, serta coumarin yang akan menghasilkan aroma woody, sharp dan biasanya memang populer sebagai wewangian buat laki-laki. Sedangkan, untuk menciptakan aroma fougère yang lebih modern dan unisex, sang perfumer, Fabrice Pellegrin menghadirkan Eau de Minthé dengan mengombinasikan mint, nutmeg, geranium, patchouli, dan rose oxid.

Diptyque Eau de Minthe

Aroma

Uniknya, pas pertama kali parfum ini disemprotkan, saya sama sekali nggak bisa mendeteksi aroma mint-nya. Malah menurut saya, aroma patchouli nya ketara banget. First impression dari Eau de Minthé ini adalah aromanya seperti after shave yang segar banget. Walaupun dinyatakan sebagai fragrance yang unisex, IMHO parfum ini cukup maskulin sih aromanya. Kalau di badan saya, Eau de Minthé ini tuh lama-lama bakal terasa warm dan kerasa sekali aroma woody nya. Tapi lucunya, pas dicoba disemprot ke teman saya, aromanya juga bisa jadi berbeda banget. Ada yang nempel  banget patchouli-nya, ada yang wangi rose nya malah timbul, bahkan ada juga yang steady dengan aroma segar seperti pertama kali disemprotin. Mungkin memang akan tergantung sama body chemistry setiap orang yang memakainya, sih. Kalau menurut saya, biasanya wewangian Diptyque itu punya keunikan di setiap aromanya, tapi untuk Eau de Minthé, menurut saya agak sedikit mainstream wanginya, walau memang tetap enak juga sih kalau dipakai. Jadi, kalau kalian suka sama wangi parfum yang segar dan agak maskulin, Eau de Minthé ini pas banget buat dicoba.

Baca juga: Cara Bikin Parfum Tahan Lama

Diptyque Eau de Minthe

Bagian depan botol Diptyque yang khas, dan bagian dalamnya juga selalu menggambarkan cerita di balik pembuatan parfum tersebut.

 

Ketahanan

Sama seperti parfum Diptyque lainnya, Eau de Minthé ini tahan cukup lama karena memang merupakan eau de parfum. Di badan saya bisa tahan hingga 8 jam tanpa perlu semprotan ulang. Uniknya, setiap parfum Diptyque itu memang lingering di kulit dengan baik, dan makin lama wanginya jadi makin enak.

 

Nah, kalau kalian tertarik buat punya Eau de Minthé atau parfum Diptyque lainnya, langsung aja kunjungi Papilion Duo yang ada di Pacific Place, Jakarta. Happy hunting!