Review Laneige Cica Sleeping Mask

Setelah menggunakan Laneige Cica Sleeping Mask selama satu bulan, ini review tentang produk ini.

 

Semacam ketinggalan kereta, Laneige Cica Sleeping Mask ini adalah produk Laneige pertama saya. Sejujurnya, tahun 2019 adalah tahun pertama saya ‘eksperimen’ sama skincare Korea karena sebelumnya saya kurang tertarik sama produk-produknya. However, time is changing now and it’s getting more interesting every day. Nggak lagi-lagi mengunggulkan aloe vera dan mucin/snail extract, saya melihat skincare Korea sekarang jauh lebih dinamis dibanding awal saya explore skincare! Jadi, ini review saya soal salah satu produk skincare Korea yang saya udah coba, Laneige Cica Sleeping Mask.

 

Laneige Cica Sleeping Mask

 

Mengandung centella asiatica, Laneige Cica Sleeping Mask ini dibuat untuk kulit sensitif yang butuh ingredients yang soothing. Bekerja untuk melindungi kulit dari trans-epidermal water loss atau TEWL, sleeping mask ini mencegah penguapan air saat tidur dan memperbaiki skin barrier dari kerusakan yang mungkin terjadi di pagi hari saat kita beraktifitas. Selain Centella asiatica, key ingredients dari Laneige Cica Sleeping Mask adalah squalane, shea butter, dan tea tree oil. Biasanya, produk yang mengandung Centella asiatica juga mengandung madecassoside, tapi nggak dengan produk ini. Untuk menggantinya, Laneige punya ingredients paten tersendiri yang disebut Forest Yeast. Forest Yeast ini sudah dibuktikan 111.9% lebih efektif menenangkan kulit dibanding madecassoside.

 

Packagingnya sama seperti varian Laneige Sleeping Mask lainnya, dikemas dalam bentuk jar yang kokoh dan terasa berat di tangan. Yang membedakan adalah warnanya saja. Untuk Laneige Cica Sleeping Mask ini warna jar-nya hijau emerald dan saya suka banget! Walaupun masih terlihat pop-up di vanity saya, tapi tetap adem di mata dan nggak norak sama sekali. Disediakan spatula juga, jadi kamu bisa mengambil produknya secara higenis.

 

Karena belum nyobain Laneige Sleeping Mask varian lain, saya nggak bisa membandingkan tekstur dan feel-nya. Menurut saya, Laneige Cica Sleeping Mask ini sejenis cream moisturizer yang cepat menyerap tapi tetap melembapkan. Honestly, I believe sleeping mask is just another marketing scheme… LOL! Walaupun dipakai agak tebal, sleeping mask ini nggak terasa berat di kulit dan nggak lengket. Kalau baca di review orang-orang sih, wanginya agak sedikit herbal, tapi sejujurnya I didn’t notice any smell yang mengganggu. Selama menggunakan Laneige Cica Sleeping Mask, saya tetap menjalankan skincare routine secara lengkap dan saya tetap menggunakan moisturizer dengan tekstur yang lebih thick sebelum menggunakan produk ini untuk nge-seal semuanya.

Laneige Cica Sleeping Mask

Setelah menggunakan produk ini selama sebulan, manfaat yang paling saya rasakan adalah kulit saya nggak lagi super berminyak! My sebum level actually decreased and I’m no longer the oily mess that I am during the day. Biasanya, saya bisa menghabiskan dua-tiga blotting paper per dua-tiga jam. Setelah rutin menggunakan produk ini, saya cuma butuh dua blotting paper aja seharian. Lalu, kulit saya yang tadinya super sensitif (siapa yang kulitnya merah padahal cuma dipegang-pegang aja? Hahaha) jadi berkurang kemerahannya. Saya juga ngerasa kulit saya sedikit lebih glowing dan warnanya lebih merata. Sepertinya, Laneige Cica Sleeping Mask ini cukup efektif untuk mengunci ingredients dan actives yang sudah saya layer di bawah produk ini jadi hasil skincare lain makin teramplifikasi.

 

Overall, saya puas banget dengan hasil Laneige Cica Sleeping Mask and this product is staying in my routine for good! Karena belum launching di Indonesia, Laneige Cica Sleeping Mask ini bisa kamu beli kalau sedang liburan ke Korea atau beli ke jastip langganan kamu. Harganya 32,000 won atau Rp400.000,-. I’m so glad my Laneige journey started out this good! Kamu pingin coba juga?