Membersihkan Wajah Pakai Kain Polyester Selama 30 Hari| FD Experiment

Bisakah kain polyester menggantikan kapas wajah sekali pakai untuk mengangkat makeup?

Membersihkan wajah di malam hari wajib banget hukumnya, terlebih buat saya yang kulitnya acne-prone dan naik ojek online setiap hari. Kalau nggak double cleansing, jerawat bisa langsung muncul di kulit saya keesokan harinya. Tapi suatu malam saat menghapus makeup, saya menyadari bahwa sampah kapas yang saya hasilkan dalam satu sesi membersihkan makeup saja banyak banget dan jadi merasa bersalah sendiri. Not to sound preachy, tapi saat itu saya kepikiran, nggak seharusnya sih saya nyampah sebanyak ini cuma gara-gara urusan menghapus makeup. Memang sih, jalan keluar lainnya adalah dengan menggunakan oil cleanser atau cleansing balm yang langsung dibilas air, tapi saya yakin nggak jarang yang lebih nyaman pakai kombinasi micellar water dan kapas wajah.

Masih dalam usaha mengurangi sampah alias mencoba Zero Waste Lifestyle, saya mencari alternatif pengganti kapas wajah sekali pakai yang biasa dijual di pasaran. Awal tahun ini saya sempat beli dan pakai reusable cotton rounds. Namun saya merasa jadi agak sedikit boros bi-phase makeup remover dan micellar water karena materialnya yang cukup tebal dan level absorbsinya lebih tinggi. I’m not 100% convinced yet bahwa “kapas” ini adalah substitusi yang saya cari.

Saya jadi teringat sempat beli Makeup Eraser 3 tahun lalu, tapi lupa dipakai. Buat yang belum familiar, Makeup Eraser adalah kain yang terbuat dari 100% polyester yang klaimnya bisa menghapus makeup waterproof, atau makeup yang sulit dihapus seperti eyeliner, mascara, dan liquid lipstick. Cara pakainya pun mudah banget karena kita hanya perlu membasahkan kain ini dengan air hangat, tanpa harus pakai produk cleanser apa pun. Awalnya saya yakin banyak yang skeptis sama kain ini, kan? Nah, setelah saya coba sendiri, ternyata memang efektif kok dalam mengangkat makeup.

makeup eraser

kanan: before, kiri: after

Setelah percobaan sekali berhasil, saya jadi penasaran bagaimana reaksi kulit saya yang acne-prone apabila menggunakan kain polyester ini sebagai ‘first cleanser’ selama seminggu. Selama eksperimen ini saya menggunakan full makeup yang terdiri dari foundation, liquid blush, bronzer, contour powder, brow pencil, brow setter, waterproof eyeliner, liquid shimmery eyeshadow, waterproof mascara, serta long wearing liquid lipstick yang dikenal sulit dihapus.

The Experience

Memang dasarnya nggak suka yang berbau high maintenance (re: malas), selama eksperimen ini saya nggak pakai air hangat sama sekali hehehe. Makeup Eraser cukup saya basahkan dengan air kran biasa saja. Beda sama handuk, kain ini nggak terasa basah kuyup saat dicelup ke air. Dugaan saya sih karena bahannya yang polyester ya.

Begitu diusap ke wajah, permukaan kain terasa lembut dan nggak scratchy sama sekali. Makeup Eraser ini punya dua permukaan dengan panjang ‘bulu’ yang berbeda. Sisi dengan bulu lebih pendek berfungsi untuk menghapus makeup, sedangkan yang lebih panjang bisa digunakan untuk light exfoliating. Tapi menurut pengalaman saya, both sides work just fine in removing makeup.

hasil makeup eraser

Makeup yang berhasil terangkat

Untuk mengangkat makeup complexion dan eyeshadow saya nggak mengalami kesulitan sama sekali. Seperti menggunakan kapas biasa, sebelum mengusap, saya tekan sedikit area yang akan dibersihkan selama beberapa detik untuk menghindari gesekkan yang terlalu kasar. Nah, yang tricky pastinya adalah sesi menghapus mascara waterproof. Awalnya saya mencoba membersihkan dari atas ke bawah, namun hasilnya kurang bersih. Kemudian saya menemukan kunciannya agar mascara waterproof terangkat sempurna, yaitu dengan membersihkan dari tight-line dan bergerak ke ujung helaian bulu mata. Jadi, posisi kain ada di bawah bulu mata ya, bukan ditempel di kelopak mata.

Saya mencuci kain ini setiap habis dipakai dengan mesin cuci (again, anaknya low-maintenance, nggak mau cuci manual hehe) dan nggak pernah ada residu noda makeup yang tertinggal. Buat yang wajahnya sensitif sama fragrance, hindari pemakaian pelembut/pewangi pakaian saat mencucinya. Oh ya, karena ada hang tag-nya, menjemur kain ini juga nggak susah. Di samping itu, bahan polyester juga lebih cepat kering dibandingkan katun.

Hasilnya

Awalnya saya cukup deg-degan juga dan sudah berekspektasi kalau akan muncul whitehead deh paling nggak. Ternyata kulit saya masih aman-aman saja setelah 30 hari berturut-turut menggunakan kain polyester sebagai ‘first cleanser’. Intinya tetap wajib lanjut dengan second cleanser, ya. Selain ramah di wajah acne-prone saya, sampah di kamar saya juga berkurang hehehe.

Kalau kamu juga tertarik menggunakan kain polyester untuk membersihkan wajah, Makeup Eraser tersedia di Sephora Indonesia dan dibanderol Rp329.000,- untuk ukuran besar dan Rp179.000,- untuk ukuran mini. Klaimnya, kain ini bisa bertahan 1000 kali pencucian (sekitar tiga tahun pemakaian). Kalau dirasa terlalu mahal, sekarang sudah banyak brand lokal yang juga menjual produk sejenis yang sama efektifnya.

Gimana, tertarik pakai kain polyester untuk membersihkan wajah juga?