ic-fd

Beauty Shelfie, Sekadar Packaging Lucu atau Bisa Lebih?

backstage beauty
author

shabrinasidharta・17 Feb 2019

detail-thumb

Beauty shelfie yang mulai ramai di tahun lalu ternyata masih ngetren di hari ini, lho. Tapi di balik packaging yang gemas, apa ada produk yang beneran bagus?

 

Kalau kamu aktif main Instagram, saya yakin kamu pernah at least sekali ketemu postingan #shelfie. Sekarang, hampir di discover selalu ada satu post shelfie yang udah stereotypical banget: ada produk yang warna pink, ada parfum, ada lip balm atau ada masker, diletakkan manis di piring bercorak granit putih atau sesuatu dengan hardware warna emas! Hahaha. Sebelum ada tren shelfie, mayoritas product shot untuk konten-konten di Instagram brand dikemas lewat flat lay atau foto product campaign merek tersebut. Sekarang, banyak juga brand yang repost foto shelfie pengguna-penggunanya juga. Mungkin karena ada unsur personal yang relatable kali ya, jadi lebih disukai.

 

A little confessionshelfie adalah guilty pleasure saya banget. Saya suka banget ke tab Discover kategori Beauty di Instagram dan nge-scroll ke puluhan (atau bahkan ratusan?) post shelfie yang ada di Instagram. Naturally, foto-foto shelfie yang sering banget saya like juga ngefek ke wishlist produk saya, sampai akhirnya beauty product yang saya beli adalah produk yang sering muncul di shelfie Instagram. Mulai dari skincare, makeup, haircare, sampai parfum. Satu hal yang masih ‘ngantri’ di wishlist saya adalah hand sanitizer yang akhir-akhir ini bolak-balik muncul di timeline, tapi saya nggak tau belinya gimana. Talk about effective marketing, hahaha.

Shelfie-body 1

Sayangnya, setelah nyoba beberapa produk yang ada di shelfie… Not everything is as pretty as it seems. Contohnya seperti moisturizer dari Saturday Skin. Kayanya nggak afdol ya, kalau shelfie-nya nggak ada Saturday Skin. Tapi setelah menghabiskan satu jar Waterfall Glacier Water Cream, saya bisa bilang kalau produk ini adalah produk paling forgettable dari produk yang saya coba. Sebagai pelembap, kulit saya nggak merasa terhidrasi cukup dan baru terasa nyaman saat saya layer pelembap yang lebih berat. Yang paling sedih adalah saat saya nyobain travel size-nya Drunk Elephant TLC Glycolic Serum dan Virgin Marula Oil, tapi nggak melihat hasil yang signifikan. Padahal, AHA adalah salah satu bahan aktif yang hasilnya paling cepat terlihat dibanding bahan aktif lainnya. Saya suka sih sama marula oil-nya, tapi saya merasakan manfaat lebih banyak lewat marula oil yang harganya lebih terjangkau.

 

Shelfie-body 2

Memang sih, nggak semua produk yang saya temukan lewat beauty shelfie saya nggak cocok. Byredo adalah salah satu brand yang saya kenal di shelfie Instagram dan Velvet Haze masih menempati posisi teratas parfum favorit saya. Baru mencoba Herbivore Botanicals Lapis Facial Oil juga dan saya suka banget sama product experience-nya karena wanginya enak dan bikin relaks. Namun, perlu diingat bahwa produk-produk yang sering di-feature di shelfie ini harganya lebih sering mahal daripada murah. Sempat mikir juga sih, apakah saya membeli produk atau bayar marketing strategy aja ya? Don’t get me wrong, saya sangat mengapresiasi kerja marketeers dan seluruh kreatif di luar sana yang bekerja keras untuk menyampaikan produk-produk ke pasar. Saya juga ngerti kalau produk harganya cukup tinggi, ada pertanggungjawaban dari brand juga untuk memberikan yang terbaik untuk pembelinya. Tapi untuk menggebrak industri kecantikan, you need both brilliant marketing and an honestly-amazing product! Sebuah produk yang muncul di pikiran saya adalah The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1%. Saya udah nggak bisa hitung berapa kali FD member saling merekomendasikan serum ini ke satu sama lain dalam keadaan apapun! To get the lips moving (or the fingers typing…?), you need your product to do the talking.

 

Jadi, sebuah pesan untuk brand: let your marketeers talk to your product development, and let your product development talk to your marketeers! Saya yakin banget dengan sinergi yang tepat, produk nggak akan salah sasaran. Reinvent the wheel, selalu prioritaskan konsumen, dan tetap up to date dengan market dynamicsCan’t a girl get a pretty serum that also works wonder on her skin?