Self-care: Pilih Sabun Mandi yang Aman Untuk Kulit

Tidak terasa sudah hampir sebulan kita menjalani tahun 2019. Apakah kamu tipe yang punya resolusi tahun baru, atau tidak? Apapun resolusinya, biasanya landasan kamu membuat resolusi adalah self-care. Nggak hanya soal memanjakan diri, self-care juga berarti menjaga dan merawat diri kita sendiri, baik jasmani dan rohani. Lebih rajin olahraga, menjaga pola makan, memilih skincare yang tidak mengiritasi wajah, semuanya adalah wujud self-care.

Bicara produk beauty, semakin banyak yang kini rajin membaca daftar ingredients sebelum memutuskan untuk membeli. Nggak ada lagi tuh, tergoda beli hanya karena di labelnya tertulis “mencerahkan”, “menghilangkan xxx” dan sebagainya. Pengetahuan dan pemahaman tentang ingredients juga membuat konsumen sekarang lebih memilih produk yang minim bahan-bahan yang tidak esensial. Bahkan, sampai sama sekali menghindari beberapa ingredients.

Memangnya ada ya, ingredients yang begitu berbahaya sehingga harus dihindari? Sebenarnya, concern-nya lebih ke zat-zat yang bila terakumulasi dalam tubuh karena penggunaan yang lama, bisa menimbulkan efek yang kurang baik bagi tubuh. Sudah banyak penelitian tentang ingredients dalam consumer products (yang digunakan sehari-hari) yang ternyata beberapa bahannya bila terakumulasi dalam tubuh bisa berefek negatif.

  • Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Zat ini sepertinya sudah umum dikenal, deh. Zat yang banyak digunakan dalam sampo dan sabun ini ternyata bisa mengiritasi kulit dan kulit kepala, apalagi bagi yang kulitnya memang lebih sensitif. SLS bisa menghilangkan lapisan minyak alami kulit. Efeknya? Bisa timbul reaksi seperti gatal, ruam merah, atau kulit jadi sangat kering. Oiya, bedakan SLS dengan Sodium Laureth Sulfate (SLES), ya. Walau namanya mirip, keduanya berbeda, karena SLES tidak iritatif seperti SLS, dan penggunaan SLES masih belum dilarang di manapun.
  • Triclosan. Bahan ini sifatnya anti-bakteri. Namun, bila digunakan terus menerus, triclosan berpotensi mengubah hormone regulation dalam tubuh, melemahkan sistem imun tubuh, bahkan mungkin membuat kuman jadi kebal antibiotik. Nggak heran FDA (BPOM-nya Amerika Serikat) sudah melarang penggunaan triclosan dalam produk yang bisa dijual ke konsumen.
  • Triclocarban. Sama dengan triclosan, triclocarban juga sudah dilarang oleh FDA untuk digunakan dalam sabun. Masih menurut FDA, penggunaan sabun biasa (tanpa kedua zat ini) juga efektif membunuh kuman, kok. Jadi nggak perlu ekstra zat anti bakteri.
  • Formaldehyde. Zat ini digunakan sebagai pengawet dalam sabun. Oleh beberapa badan pemerintah di AS termasuk United States National Toxicology Program, zat ini dianggap bersifat karsinogen (penyebab kanker). Zat ini juga bisa mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan kulit.
  • Methylisothiazolinone (MIT). Zat ini berpotensi mengiritasi kulit dan menimbulkan reaksi alergi. Karena seringnya laporan alergi terhadap zat ini, European Society of Contact Dermatitis (ESCD) menyarankan agar zat ini tidak dimasukkan dalam produk leave-on, yang kontak dengan kulit tanpa dibilas.
  • Butylated hydroxytoluene (BHT). Zat yang digunakan sebagai pengawet ini berpotensi menimbulkan iritasi kulit, mata, paru-paru.
  • Dioxane. Bila terhirup, zat ini bisa menimbulkan pusing, sakit kepala, rasa mengantuk, serta iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan. Zat ini juga berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Jadi, perlukah bahan-bahan ini dihindari? Keputusan tetap di tangan masing-masing, sih. Pastikan saja sudah membaca hasil-hasil penelitian yang sudah ada dari sumber terpercaya sebelum memutuskan. Nah, kalau memang mau menghindari bahan-bahan di atas, artinya perlu semakin rajin membaca ingredients list produk yang akan dibeli untuk memastikan bahan-bahan tersebut tidak termasuk di dalamnya. Lagi pula, sekarang sudah semakin banyak kok, produk-produk yang tidak mengandung bahan-bahan berbahaya itu. Sudah sering kan, lihat sampo yang dilabeli “SLS-Free”? Sudah ada juga lho, sabun mandi yang tidak mengandung bahan-bahan ini. Coba bayangkan, sabun mandi kan, dipakai setiap hari, bisa dua kali sehari. Tentunya masuk akal kalau kita pilih sabun yang memang aman dipakai sehari-hari dalam waktu lama.

Betadine Natural Defense Body Wash-3

Betadine Natural Defense Body Wash-2

Setelah lebih dulu dikenal dengan produk antiseptiknya, Betadine sekarang punya Betadine Natural Defense Body Wash, yang hanya mengandung antiseptik alami, dan formulanya lebih ramah di kulit sehingga aman digunakan setiap hari. Bahan-bahannya sudah teruji aman, pH-balanced, dan mengandung lidah buaya organik dan vitamin E agar kulit tetap lembap. Bisa jadi pilihan kalau mau cari sabun mandi yang lebih ramah di kulit, nih. Apalagi ada dua varian yang sama-sama menarik: Manuka Honey & Pomegranate. Yang mana yang kamu pilih?