FD Experiment: Rajin Menggunakan Face Mist Seharian, Ini Hasilnya!

Selain menghidrasi kulit, apakah face mist ada manfaat lainnya untuk kulit? Yuk, simak pengalaman saya rajin misting seharian!

Untuk kebanyakan orang, face mist adalah salah satu produk skincare yang nggak penting-penting amat. Mungkin bermanfaat untuk kulit kering atau sensitif, tapi bagaimana dengan kulit berminyak, kombinasi atau normal? Nah, untuk eksperimen kali ini, saya ingin melihat apakah ada perbedaan signifikan di kulit saat saya rajin misting seharian, dibanding nggak menggunakan face mist sama sekali.

Baca juga: Face Mist: Penting atau Tidak?

A little backstory, sebelum eksperimen ini, sebenarnya saya memang sudah kebiasaan menggunakan face mist at least dua kali sehari. Di kulit saya yang combination-oily tapi gampang dehidrasi ini, rasanya sudah ‘wajib’ banget karena selalu berada di ruangan kantor yang ber-AC, atau menggunakan heater sewaktu musim dingin. Udara di Australia juga terkenal kering, jadi face mist telah menjadi salah satu must-have item untuk saya. Tapi apakah ada efek lain selain menghidrasi kulit? Nah, that’s what we are testing out!

Untuk kedua hari ini, saya menggunakan morning skincare (no cleanser, langsung skip ke toner, moisturizer dan sunscreen) dan foundation NARS Natural Radiant Longwear yang sama. To make it even fairer, bahkan aktifitas saya (kerja di kantor seharian), dan makanan yang saya konsumsi pada dua hari ini juga sama persis! Kira-kira ada perbedaan nggak ya? 

Day 1: Rajin Misting (setiap 3-4 jam sekali)

FD Experiment Rajin Face Mist 2

Face mist yang saya pakai untuk eksperimen kali ini adalah Heimish Bulgarian Rose Water Mist Serum. Efek instan yang saya rasakan setelah misting adalah kulit terasa lebih tenang dan segar, apalagi setelah panas-panasan di bawah sinar matahari. Makeup saya juga terlihat dewy-dewy sehat, dan dry patches nggak muncul sepanjang hari. Salah satu biggest worry untuk pemilik kulit berminyak adalah face mist membuat kulit terlihat lebih oily atau terasa ‘berat’ di kulit, but this face mist doesn’t do either. Dari foto before-after diatas, bisa dilihat walaupun face mist ini nggak membantu foundation bertahan lebih lama atau berefek dalam mengurangi produksi minyak, tapi kulit saya masih terlihat cerah dan fresh.

Day 2: No Misting

FD Experiment Rajin Face Mist

Awalnya, kulit saya terasa baik-baik saja tanpa face mist. No dryness, no ‘tight’ feeling, all good! Hanya muncul sedikit redness di sekitar pipi dan daerah dahi saya yang memang lebih sensitif. Tapi, setelah jam makan siang, that’s when everything went downhill. Foundation saya mulai settle di dry patches dan terlihat tambah cakey seiring waktu, apalagi di sekitar hidung dan dagu. Waktu saya ngaca sebelum pulang dari kantor, kulit saya nggak hanya kering, tapi juga terlihat kucel banget. I couldn’t wait to go home, supaya bisa cepat-cepat membersihkan wajah dan langsung memulai skincare routine!

Baca juga: 10 Rekomendasi Face Mist | Skincare 101

In conclusion, saya memang cukup merasakan perbedaan di kulit saat memakai face mist. Walaupun bukan perubahan yang permanen atau life-changing, tapi at least saya bisa melihat perbedaan yang obvious di wajah. Dari eksperimen dan perbandingan dua hari ini, saya jadi lebih percaya bahwa face mist nggak hanya penting untuk menghidrasi atau menenangkan kulit, tapi juga dapat membantu wajah terlihat lebih segar dan cerah sepanjang hari. Apalagi untuk kulit yang sering terpapar sinar matahari dan polusi, atau sering berada di dalam ruangan ber-AC, face mist dapat membantu ‘menghidupkan’ kembali kulit yang gampang kusam dan lelah.

Mungkin salah satu alasan adalah face mist yang saya pilih mengandung rose water dan niacinamide, yang memang mempunyai fungsi menenangkan dan mencerahkan kulit. Hasilnya mungkin akan sedikit lebih berbeda kalau saya menggunakan face mist yang lebih basic, contohnya Avène Thermal Spring Water. I think it all comes down to knowing what your skin needs, and finding the right face mist!

 

Kalau kamu, rajin pakai face mist nggak? Apakah ada perbedaan di kulitmu?