Chanel Gabrielle, Perfume yang Susah ditebak Karakternya

Kalau biasanya parfum bisa langsung ditebak karakternya pada semprotan pertama, tidak demikian dengan Chanel Gabrielle. Seperti apa aromanya? 
chanel-gabrielle-02
Selama ini saya selalu mengkotak-kotakan parfum. Dari koleksi parfum saya yang nggak banyak itu, ada yang saya rasa lebih cocok untuk daytime, ada yang lebih pas untuk malam hari, ada yang lebih sesuai untuk outdoor dan indoor. Rasanya saya belum punya parfum yang pantas untuk dipakai ke berbagai macam acara dan cuaca. Padahal sih nggak ada aturannya harus pakai parfum apa untuk ke mana, semuanya balik lagi ke preferensi masing-masing. Atau mungkin itu memang cara saya supaya bisa beli parfum terus, ya? :)

Persepsi itu berubah ketika saya ‘ketemu’ parfum Chanel Gabrielle waktu baru launching di akhir tahun lalu. To be honest, it wasn’t love at first sniff. Padahal, melihat komposisinya saya yakin akan langsung jatuh cinta sama parfum ini. Tangerine, grapefruit, jasmine, tuberose, orange blossom dengan note dasar musk dan sandalwood adalah campuran kebanyakan parfum-parfum saya. A mix between fruity and white floral kinda scents.

Pertama kali mengendus dari botolnya saya seperti teringat pada wanginya Chanel Coco Mademoiselle, hanya saja Gabrielle memiliki intensitas yang lebih light. Saya langsung bisa mencium semilir aroma manis yang hangat dengan pancaran aroma jeruk. Biasanya ketika mencium parfum, saya langsung bisa menebak karakternya. Tapi tidak dengan Chanel Gabrielle ini karena terlalu abstrak untuk saya. Rasanya semua personality ada sedikit-sedikit di parfum ini. Eksotis? Muda? Energetic? Playful? Mysterious? Semuanya ada namun tidak ada yang dominan.

chanel-gabrielle-01

Setelah dipakai beberapa jam, wanginya berkembang menjadi sesuatu yang sangat saya suka. I love how the composition rests into a mild sweet warm scent after lunch that last into evening. There is a hint of musk bursting that makes me feel…cozy.  Drydown untuk saya lebih penting dibanding wangi yang keluar ketika pertama kali disemprotkan karena itu adalah wangi yang akan melekat lebih lama. Dan rasa cozy ini sangat saya butuhkan di sore hari ketika sudah pusing melewati beberapa meeting. Beberapa review dari Female Daily member juga menggambarkan pengalaman yang sama, nggak terlalu impressed ketika pertama kali mencoba tapi menjadi favorit ketika sudah dicoba beberapa kali. Silakan dibaca di sini ya.

Setelah memakai parfum ini di berbagai kesempatan, saya mulai mengerti tentang Gabrielle dan kenapa agak susah menggambarkan karakter parfum ini ketika mengendus wanginya untuk pertama kali.

Kenapa? Karena Gabrielle adalah wangi yang sangat gampang untuk beradaptasi, menyesuaikan dengan situasi yang ada. Gabrielle bisa terasa menyegarkan untuk sehari-hari, hangat dan sensual untuk malam hari, casual di kala weekend, formal untuk acara-acara penting, bahkan powerful untuk diajak meeting. Pantas dipakai untuk anak muda yang nggak sabar untuk dewasa, dan juga dipakai untuk yang dewasa supaya merasa lebih muda. Gabrielle tidak ingin dikotak-kotakkan. Sangat sepaham dengan tas Gabrielle yang klasik tapi ada sedikit sisi playful namun tetap elegan. .

Now looks like someone has finally found how to describe Gabrielle, don’t you think?