Brand History: Amorepacific, Jagoan K-Beauty

Jauh sebelum fenomena K-beauty muncul, perusahaan ini sudah menciptakan berbagai macam inovasi dan tren baru untuk industri kecantikan Korea. Bicara tentang kosmetik Korea, nggak mungkin nggak bicara tentang Amorepacific!

Siapa yang sangka bahwa perusahaan sebesar Amorepacific, yang membawahi brand Sulwhasoo, Laneige, innisfree, dan tiga puluh brand kosmetik lainnya, hanya berawal dari sebuah toko kecil yang dibuka tahun 1930 di daerah Gaeseong, Korea.

Founder dari Amorepacific, Suh Sungwhan, di masa kecilnya sering bersepeda jauh dari Gaeseong ke Seoul untuk membantu ibunya, Yun Dokjeong, menjual racikan natural camellia oil. Dari situlah mimpi Suh Sungwhan berkembang, dimana ia akhirnya mendirikan Amorepacific, yang tadinya bernama Taepyeongyang Chemical Industries, di tahun 1945.

img_activities_asian_04Untuk belajar lebih banyak tentang industri kosmetik, Suh Sungwhan mengunjungi beberapa negara di Eropa, Prancis salah satunya. Setelah mendalami lebih jauh, Suh Sungwhan menyadari bahwa budaya Asia sendiri punya ciri khas yang sangat unik, yaitu penggunaan bahan-bahan herbal untuk mengobati berbagai macam masalah kulit, sehingga lahirlah key concept dari bahan dasar kosmetik Amorepacific, yaitu menggunakan heritage ingredients sebagai bahan utama. Heritage ingredients yang diangkat oleh Amorepacific sendiri adalah ginseng, biji-bijian, dan juga green tea.

Lihat juga: Nyobain Perawatan Ratu Korea di Facial Spa Cabin Sulwhasoo

Setelah meneliti bertahun-tahun, di tahun 1990-an lahirlah tiga brand yang kemudian menjadi awal Amorepacific, yaitu Sulwhasoo, Laneige dan innisfree. Tiga brand ini juga memiliki pendekatan yang berbeda: Sulwhasoo menggunakan konsep holistik dengan metode pengobatan herbal Asia berbasis ginseng, Laneige menggunakan kekuatan air berteknologi, sedangkan innisfree menggunakan bahan baku yang diambil dari pulau Jeju.

sulwha

amorepacific_cushions_1Source

“Amorepacific akan terus berinovasi dan mengedepankan penelitian agar bisa merangkul seluruh konsumen, terutama pasar ASEAN.” ujar Head of Amorepacific ASEAN Business, Robin Na, dalam acara di acara Journey to Beauty Innovation yang saya hadiri minggu lalu di Kota Kinabalu, Malaysia.

“Dengan terus menjalankan misi besar kami, yaitu menggunakan pendekatan holistik dan menyeimbangkan keselarasan manusia dengan alam. Tim R&D kami pun akan terus berupaya mengolah hasil riset yang kami dapat untuk bisa menciptakan produk yang sesuai untuk memenuhi keinginan para konsumen.” tambahnya.

Sebagai pengguna produk-produk brand Amorepacific dan pecinta K-beauty, saya sudah nggak sabar menantikan kira-kira inovasi apa yang akan ditawarkan Amorepacific di tahun 2018 nanti. Pssst, di artikel berikutnya saya akan share beberapa fakta unik tentang K-beauty yang saya rasa belum banyak orang yang tahu. Penasaran? Tunggu artikelnya ya :D