Saat Gonta-Ganti Skincare Sah Dilakukan

Gonta-ganti skincare karena pingin hasil instan is a big no-no. Namun ada juga efek gonta-ganti skincare yang bagus dan justru wajib dilakukan.

Wah, nggak kehitung berapa banyak DM atau komen artikel FD dari curhat pembaca yang nggak sabar dengan skincare yang lagi dicoba. Terutama, untuk perawatan jerawat atau bekas jerawat. Ada yang baru dua minggu, bahkan empat hari (!) pakai produk baru, udah gelisah pingin ganti produk karena nggak ada perubahan berarti.

Pesan singkat untuk kasus ini: Kalau nggak ada reaksi negatif/ iritasi, sabar aja. Dan perlu diingat, kulit itu butuh waktu sebulan untuk regenerasi, ya kan. Se-bu-lan.

Kembali ke judul, ada waktu lain di mana gonta-ganti skincare justru wajib dilakukan. Malah, menurut saya, kebiasaan ini bisa membawa perubahan bagus di kulit kalau diterapkan.

efek-gonta-ganti-skincare-1

Makeup Remover

Ini salah satu yang paling basic, ya. Saya suka pakai Garnier Micellar Water sebagai first cleanser kalau lagi nggak makeup atau untuk makeup sehari-hari. Tapi kalau lagi pakai foundation, saya akan pakai cleansing milk yang lebih creamy, dan heavy duty untuk mengangkat makeup yang lebih tebal. Walau micellar water masih bisa digunakan, saya kurang suka pakai banyak kapas, dan proses menggosok wajah berkali-kali sampai base makeup bersih, karena wajah jadi kerasa raw banget.

Favorit milk cleanser saya masih Eucerin Dermatoclean Mild Cleansing Milk, yang diangkat dengan handuk basah. Kalau kamu mau pilih cleansing balm atau cleansing oil, bisa juga kok.

Perubahan Cuaca

Saat kamu traveling ke negara dengan cuaca dingin, atau lagi sering ada di ruangan ber-AC sampai kulit terasa kering bahkan flaky, skincare juga harus disesuaikan sama perubahan ini. Skincare routine saya hampir berubah total waktu saya pergi ke Seoul, Korea Selatan, dengan suhu yang selalu di bawah sepuluh derajat celcius dan udaranya berangin dari pagi sampai ketemu pagi.

What did I do? Saya ganti ke facial wash yang lebih moisturizing dan mengandung banyak gliserin, pakai milk cleanser setiap hari, dan pakai dua jenis pelembap. Apalagi, karena pemakaian air hangat cenderung panas yang nggak mungkin saya hindari, kalau skincare nggak di-adjust, bisa-bisa kulit saya hancur lebur tuh kemarin.

Variasi lain yang bisa kamu lakukan, misalnya, saat kulit lebih berminyak, kurangi hydrating toner yang terlalu tacky, dan coba pakai mud mask seperti The Body Shop Himalayan Charcoal untuk skincare mingguan.

tahapan-skincare-pemula-2

Efek Bahan Aktif

Kalau udah terlalu lama pakai produk jerawat, sering banget nih kulit jadi terasa kering, bahkan mengelupas. Coba stop pemakaiannya beberapa hari, dan diseling produk lain yang lebih soothing dan melembapkan.

Beberapa minggu terakhir, saya sudah nggak pakai tretinoin 0.1% sebagai krim malam. Selain karena alhamdulillah kulit udah membaik, di cuaca sekarang juga terasa mengeringkan kulit. Jadilah sekarang saya turun jauh ke tretinoin konsentrasi 0.02% untuk krim malam, bahkan kadang pakai Hada Labo 3D Perfect Gel yang lebih untuk melembapkan dan bebas dari bahan aktif.

Dari pengamatan saya, masih banyak orang yang “nggak terima” kalau skincare kesayangan tiba-tiba kok nggak ngefek lagi di kulit. Padahal, kulit kita itu kan dinamis. Apapun perubahan baik dari luar dan dalam tubuh, bahkan pertambahan umur, ya bisa berefek ke kulit. Malah kasihan kulitnya kalau kita maksa stick ke produk yang itu-itu aja, padahal kebutuhan kulitnya udah berbeda.

Selama cocok, silakan gonta-ganti skincare saat dibutuhkan :D