Cara Memilih Produk Skincare yang Tepat untuk Kulit

Bagaimana cara memilih produk skincare yang tepat untuk kulit kita dengan banyaknya pilihan di luar sana? Berikut tipsnya.

14568135_10154764460842566_6178465399294319582_n1. Sesuaikan Budget

Dari hal paling mendasar dulu, deh: budget. Buat saya, budget adalah hal nomor satu yang harus diperhatikan soal skincare. Karena skincare itu kan sifatnya daily ya, dipakai setiap hari dan dalam kurun waktu sebulan dua bulan juga sudah harus repurchase lagi. Kalau untuk repurchase saja dompet sudah ngos-ngosan, takutnya nanti malah nggak konsisten mengikuti skincare routine dan efek yang dihasilkan pun nggak akan maksimal.

Lihat juga: Serum Anti-Aging Wajib Coba di Bawah Rp 200 Ribu

Tipsnya, jangan malas mencari alternatif. Nggak mungkin di dunia ini cuma ada satu atau dua produk vitamin C yang bagus, jadi sering-seringlah browsing dan cari review tentang produk serupa dan lebih budget-friendly. Kalaupun misalnya kamu sudah menemukan satu skincare yang cocok banget tapi harganya di atas budget, bisa kontrol budget dengan cara memangkas keperluan lain. Misalnya, okelah kali ini repurchase serum mahal, tapi untuk eyeliner dan maskara tiga bulan ke depan janji ke diri sendiri akan beli dari merek drugstore aja.

2. Kenali Jenis Kulit

Tips ini kayaknya sudah jadi tips yang paling sering diulang-ulang baik di artikel maupun video FD. Saat mencari produk, cari yang benar-benar sesuai dengan jenis kulit kamu. Kulit sensitif, hindari produk dengan bahan-bahan yang berpotensi menimbulkan iritasi. Kulit berminyak, cari produk yang berbahan dasar air dengan tekstur gel atau lotion. Kulit kering, cari yang mengandung bahan-bahan yang bisa menghidrasi kulit. Skincare zaman sekarang ini sudah very, very, targeted, jadi sayang kalau kamu masih menggunakan produk yang sebenarnya nggak cocok dengan apa yang kulit kamu butuhkan.

IMG_9151

3. Perhatikan Ingredients

Membaca ingredients dengan baik bisa menyelamatkan kamu dari berbagai skincare nightmare. Contoh, saya kemarin sempet kepingin banget coba Clean It Zero, cleansing balm-nya Banila Co yang hits di mana-mana itu. Kok, kayaknya bagus banget untuk ngebersihin makeup dan teksturnya kelihatan lucu aja (agak kurang penting, sih).

Kalau saya nggak baca dulu ingredients-nya, mungkin saya nggak akan notice kalau cleansing balm itu mengandung mineral oil yang terkenal comedogenic dan rawan menyumbat pori-pori. Mungkin nggak masalah untuk tipe kulit normal atau kering, tapi mineral oil adalah musuh utama kulit saya yang acne-prone. Ternyata betul kan, saking penasarannya saya sempat nyolek punya Ochell, dan benar aja, setelah pemakaian dua hari ternyata saya langsung jerawatan. Nyesek kan, kalau udah terlanjur beli full size?

Di Female Daily, kita selalu meng-encourage orang-orang untuk benar-benar memperhatikan ingredients. Nggak perlu jadi scientist dadakan untuk hafal semua bahan-bahan yang ada di kandungan skincare, karena toh tinggal Googling saja kamu sudah langsung dapat jawabannya. Nah, untuk tips membaca ingredients pada skincare, bisa langsung kamu tonton di video Skincare 101: How to Read Skincare Labels.

4. Konsultasi ke Orang yang Tepat

Zaman sekarang, gampang banget nyari teman curhat soal skincare. Bahkan di comment section video-video Youtube FD, suka ada yang malah jadi bales-balesan comment dan saling curhat, lho. Nah, supaya sesi curhatnya jadi semakin berguna, coba cari orang yang tipe dan masalah kulitnya benar-benar mirip sama kamu.

Misalnya, mencari obat totol jerawat yang cocok untuk kulit oily dan acne-prone. Tentu lebih tepat bertanya dengan orang yang kulitnya oily dan acne prone juga, bukan orang yang jerawatan cuma setahun sekali. Memang sih, masalahnya sama, tapi kan jerawat di kulit orang yang memang rentan jerawatan dan jerawat yang cuma muncul sesekali itu beda cara penanganannya.

5. Perhatikan Reaksi Kulit

Sebenarnya poin ini sudah saya bahas di artikel “Tingling Sensation: Tanda Produk Bekerja atau Justru Iritasi?” dan juga di video “Cara Menghilangkan Jerawat”. Nah, satu kesalahan fatal yang sering dilakukan orang-orang saat memakai skincare adalah denial. Denial dalam artian terus-terusan memakai produk skincare yang jelas-jelas membuat kulit iritasi. Apa tanda-tanda iritasi? Kulit panas, merah, perih, dan terkelupas. Bukan, itu bukan tanda produk lagi bekerja, tapi tanda produk merusak kulit!

Memang, di beberapa orang ada reaksi yang namanya purging. Tapi purging pun hanya memakan waktu beberapa minggu, kalau sudah berbulan-bulan kulit bereaksi negatif dan nggak ada tanda-tanda membaik, it’s time to move on. That’s your skin sending signals to you. Jangan lupa untuk selalu catat, kira-kira bahan apa yang membuat kulit kamu bereaksi seperti ini. Jumlah alkohol yang terlalu tinggi? Gabungan plant oil yang irritating? Atau fragrance yang terlalu tajam?

Catat semuanya untuk jadi referensi di kemudian hari. Begitupun dengan produk yang cocok di kamu, jadi kamu tahu apa yang harus dicari saat memilih produk skincare. Intinya sama saja dengan mencatat siklus menstruasi, nggak ada ruginya dan kamu jadi tahu apa yang harus diantisipasi. :)

Lihat juga: Paraben, Alkohol, Mineral Oil dalam Kosmetik, Berbahaya?

Oh iya, ngomong-ngomong soal memilih produk skincare, sekarang Female Daily Best of Beauty Awards 2016 lagi berlangsung, lho. Ibarat Academy Awards for beauty products, kamu bisa memilih langsung produk-produk kecantikan terbaik tahun 2016 ini dengan kategori makeup, skincare, hair, body, nails, sampai tools! Silakan langsung isi surveinya di www.awards.femaledaily.com dan isi selengkap-lengkapnya karena kita akan bagi-bagi eyeshadow palette dari Anastasia Beverly Hills, Urban Decay, dan Kylie Cosmetics untuk 10 pemenang beruntung!

Selamat mengisi dan good luck, ya!