health wellness

Mau Ikut Diet Mayo? Simak Kisah Gagal dan Sukses Berdiet Mayo

seo-img-article

Kalau kamu pernah ketemu Nopai, Operational Director Female Daily, secara langsung di acara-acara yang kami selenggarakan, pasti setidaknya punya gambaran sekilas ukuran tubuhnya. Maka, ketika saya mengetahui Nopai  ikut diet mayo, spontan langsung berkomentar, “Cici, kok, diet? Tubuh sudah langsing kok masih mau turunkan berat badan?” Ini karena menurut saya, berat badan Nopai terlihat sudah ideal. Ternyata, dia punya alasan tersendiri mengikuti diet mayo ini.

Apa yang membuat Nopai berdiet?

“Memang susah merasa puas dengan kondisi tubuh 🙂 Alasan paling utama, sih, karena sudah nggak nyaman saja dengan berat badan. Rok dan celana terasa kesempitan. Puncaknya adalah saat diam di depan lemari baju dan saya nggak bisa memilih baju yang masih nyaman untuk dipakai.

Hmm, ini artinya saya sudah tidak nyaman dengan bentuk tubuh. Kalau lagi beruntung, memang lemak-lemak ini bisa ditutupi, sih, dengan baju yang tepat. Tapi sebenarnya saya sudah kelebihan 10 kg saat memutuskan untuk diet mayo dibandingkan saat awal menikah dulu. Tapi tentu saja saya nggak mau sekurus dulu, sih, jadi targetnya turun 4-6 kg saja.

Alasan lainnya adalah karena saya seringkali susah mengontrol makanan. Saya suka banget karbohidrat, gorengan, camilan gurih. Dan ini semua bila dikonsumsi berlebihan, tentu nggak sehat ya! Sebenarnya, saya selalu niat mengontrol porsi makan, tapi selalu nggak berhasil.”

Screen Shot 2015-01-06 at 3.55.53 PM

Mengapa memilih diet mayo dari sekian banyak pilihan diet lainnya?

“Saya tahu tentang diet mayo sudah sejak dulu kala sebenarnya. Tapi ketika melihat menunya, saya langsung malas banget. Selain itu, bila harus memasak sendiri menu diet ini, tentu saja saya nggak akan sempat melakukannya. Sampai akhirnya diet mayo ramai diperbincangkan lagi di Instagram dan forum Female Daily. Bagusnya, sekarang banyak catering yang khusus menyediakan menu diet mayo. Jadi, sudah tinggal makan saja sesuai jadwal. 🙂

Kenapa Diet Mayo? Sebelumnya saya udah coba beragam jenis diet lain, lho! Dan nggak ada yang berhasil! Tadinya saya mau cari diet yang tetap ada karbohidratnya. Karena seperti dibilang di atas, saya suka sekali karbohidrat, pilihan makan saya nggak jauh-jauh dari nasi goreng, mie goreng, bihun goreng, dan nasi putih. Kalau langsung cut karbohidrat, rasanya pasti gagal (di otak terasa seperti ada yang salah kalau nggak makan karbohidrat).

“Lalu kenapa saya sangat ingin merasakan secara cepat efek diet? Menurut saya, dengan melihat timbangan badan yang bergerak turun dengan cepat, justru bisa jadi Ini salah satu motivasi. Kalau hanya turun 0.5 kg per minggu misalnya, kemungkinan saya putus asa dan berhenti diet di tengah jalan, pasti tinggi, deh! Kurang memotivasi. Lalu saya juga berpikir, diet mayo itu kan cuma 13 hari ‘menderitanya.’ Ya sudah, nekad, deh, mencoba. Berharap dalam 13 hari ‘dipaksa’ bisa mengubah pilihan makanan menjadi lebih baik.”

Selama 13 hari diet sempat mau menyerah, nggak?  Apa yang paling susah untuk dilakukan atau godaan terbesar apa yang dihadapai selama menjalaninya?

“Sempat mau menyerah di hari pertama! Yang nggak tahan, tuh, pusing kepala dan rasa mual. Karena saat diet mayo ini, saya berhenti juga minum kopi. Karena yang diperbolehkan kan hanya kopi hitam, sedangkan saya sangat suka cappucino, jadi ya sudah berhenti sekalian minum kopi.

Godaan terbesar, ya, minum kopi itu. Saya selalu minum kopi after lunch, jadi kalau nggak minum kopi, rasanya kepala pusing dan otak lemot, nggak bisa mikir. Tapi membaik setelah melewati hari ketiga.

Sesudah hari ke-3, yang sulit adalah saat ada meeting di luar kantor seperti di cafe dan ada nachos di depan mata, atau meeting melewati jam dinner/lunch. Yang lain makan sate, saya makan wortel rebus. Hahaha…

Oh iya, godaan lainnya: kerupuk! Selalu penuh excuse, nih, kalau buat kerupuk, rasanya ‘kan ringan banget makanannya, masa kalorinya gede? :D”

Apa perubahan yang paling dirasakan selama dan setelah menjalani diet mayo? Klik >>

Slow Down

Please wait a moment to post another comment