Erlangga Rahman, PR Event & Digital Manager L’Oréal

11 tahun telah berkecimpung di dunia beauty, mulai dari retail brand sampai high end brand. Berikut rahasia di balik kesuksesan seorang Erlangga Rahman, PR Event & Digital Manager L’Oréal.

About Beauty

YSL Angga FD 4

11 tahun mampu bertahan berkecimpung di dunia beauty bukan tanpa alasan. Kenapa aku suka? Karena simple aja, aku suka liat perempuan cantik! Semua teman-temanku sudah tahu dan hafal sekali, kalau mau ketemu dengan aku, minimal mereka harus pakai eyeliner dan lipstick, kalau nggak ya mereka harus siap dengerin aku complain dan komentar. Menurutku, makeup itu bisa menyempurnakan wajah seseorang. Makeup is like a magic dan beauty itu adalah industri yang nggak akan mungkin mati. Aku memulai karirku dengan bergabung bersama retail brand selama 6 tahun, kemudian pindah sekarang ke high end brand. Menurutku setiap brand memiliki kemiripan tapi dengan DNA yang berbeda, dan aku menganggap hal tersebut bukan sebagai suatu hal yang menakutkan, tetapi sebagai suatu hal yang sangat challenging. Aku selalu bekerja dengan konsep cepat seperti pelari, jadi aku selalu happy. Selain itu, aku selalu memegang prinsip seperti padi, mau gimana pun kondisinya, harus tetap merunduk.

Early Life Lessons

“Prinsip-prinsip yang aku pegang saat ini dan kesuksesan yang aku capai saat ini juga merupakan buah hasil dari pengalaman pribadiku dulu sebetulnya. Aku sebenarnya lahir dalam kondisi Ayahku meninggal saat aku masih di dalam kandungan. Jadi aku hidup berkecukupan dengan Ibuku dan kakak perempuanku. Momen yang nggak akan aku lupakan adalah ketika ibuku membelikan kakakku sepatu baru karena sepatu dia sudah jelek. Padahal sepatuku juga sudah jelek tapi aku bingung kenapa kakakku aja yang dibeliin. Itu aku sampai nangis setengah mati di toko.

Dari pengalaman-pengalaman itu aku bisa belajar bahwa menjadi tulang punggung keluarga itu nggak gampang dan aku berkaca dari mamaku. Itulah sebabnya aku selalu bekerja keras hingga bisa seperti sekarang. Yang terpenting adalah berikan yang terbaik.”

About Bully

Erlangga Rahman FD 3

“Ngomongin masa lalu, aku juga sempat di-bully waktu zaman SMP. Itu harus  aku akui merupakan masa-masa yang kelam banget dalam hidupku. Aku sampai mau ke sekolah aja tuh takut akan di-bully. Saat SMP rambutku juga memang kelihatan aneh seperti ibu-ibu berkonde, maklum, masih mencari jati diri. Tapi dibalik itu semua, aku belajar bahwa semuanya akan baik-baik saja kalau kita percaya pada kemampuan dan kekuatan diri sendiri, dan jangan pernah takut untuk menyampaikan rasa ketakutanmu kepada orang-orang terdekat. Terakhir, jadikan proses tersebut sebagai motivasi untuk menuju sukses.”

Luxury Beauty

YSL Beauty Hotel

“Kalau membahas mengenai luxury beauty, sebenernya market Indonesia memang sedang menjadi sorotan. Jadi Indonesia itu sebenarnya potential market, tapi kalau dilihat dari sisi pendapatan, persentasenya itu masih dibawah rata-rata. Tapi, antusiasme mereka terhadap dunia beauty besar banget. Terbukti dengan banyaknya perempuan yang sekarang bisa saling memberikan influence dan support each other mengenai beauty. Selain itu, kita juga bisa lihat sekarang banyak sekali brand-brand luxury yang berani masuk memasarkan produknya ke Sephora. Konsumen juga sekarang semakin kritis, banyak sekali yang dijadikan pertimbangan ketika akan membeli suatu produk, seperti tekstur, kenyamanan, dan terakhir packaging. Internet dan social media juga membawa pengaruh besar pada kemajuan industri ini. Banyak platform seperti Female Daily. Tinggal buka dan baca Female Daily, keluar semua review apapun yang lagi kamu butuhkan. Melihat dari prilaku masyarakat Indonesia yang kebanyakan konsumtif, menurutku sebenarnya kita itu nggak pernah krisis moneter (Krismon). Aku melihat dari life style-nya, orang berlomba-lomba ke suatu acara dengan tujuan untuk difoto kemudian dipajang di sosial medianya. Nah, terinspirasi dari fenomena tersebut itulah akhirnya kemarin YSL membuat acara YSL Beauty Hotel dengan tujuan untuk memfasilitasi para beauty enthuasiast, dengan membuat instalasi untuk di-upload di Instagram. Jadi sebenarnya penting banget bagi suatu brand, untuk bisa menangkap apa sih yang lagi happening. Kalau terkait produk dalam negeri sendiri, sebenarnya sudah banyak brand-brand lokal yang kualitas produknya cukup oke dan bahkan memuaskan. Dan tentunya juga terjangkau dari segi harga.”

Luxury Item Favorite

YSL All Hours

Aku adalah PR yang tidak menggunakan makeup. Why? Bukannya aku sok-sok nggak mau menyalahkan kodrat, karena menurutku, foundation itu ditujukan untuk perempuan, dan artis karena mereka di atas panggung, harus terlihat perfect banget, atau photoshoot ya i don’t mind. Jujur aku pernah kepikiran pengen jadi makeup artist, tapi balik lagi ke passion dan talent yah. Bakat aku bukan di situ, tapi bakatku ya cuap-cuap, yang promosiin. Kalau  bicara soal produk-produk unggulan yang aku rekomendasiin dari YSL sih ya of course Lipstick RPC / Tattouge YSL, ini produk nomor 1 kita. Mulai dari Rouge Pur Couture atau sekarang yang lagi naik daun itu Tatouage Couture. Lalu kedua adalah All Hours Encre de Peau Foundation. Semakin lama kamu pakai All Hours Foundation, itu akan semakin bagus. Makanya ini aku tempatkan di nomor 2. Dan yang ketiga itu ada dari wewangian. Fragrance kita itu nomor 1-nya adalah Black Opium dan satunya lagi adalah Mon Paris.

Skincare

“Aku punya 5 rak skincare, dari Korea, American, dan my brand of course. Aku memang suka banget skincare, mau ampoule atau apapun. Dan aku do rotation, aku coba satu bulan, kalau hasilnya biasa, aku rotate lagi. Kenapa harus rotate? Biar kulit nggak dibiasain, misal skincare itu discontinue, ya aku nggak ketergantungan, jadi aku mau membiasakan kulit aku terbiasa dengan brand a b c d. Kulitku tipenya belakangan ini dehidrasi. Aku selalu pakai masker yang hydration. Karena kita selalu berada di ruang ber-ac.  Nah, belakangan aku lagi suka banget pakai Gypsy Rose Calming Mask dari Femmue. Aku juga suka ke dokter kulit untuk facial treatment sebulan sekali.

Femmue-Gypsy-Rose-Calming-Mask FD 1

Menurut aku sunblock juga adalah salah satu hal paling penting terutama di Indonesia yang merupakan negara tropis. Aku juga sadar bahwa sunscreen itu penting banget di umur 35. Tapi, kalau kamu pakai sunscreen, kamu harus bersihkan wajah dengan baik dan benar karena banyak yang water resistance. Dan jangan pernah beranggapan kamu tidak perlu menggunakan sunscreen karena foundation kamu udah ada SPF-nya ya.”

Fragrances

“Aku suka parfum tergantung dari wanginya segar atau nggak. Aku juga sukanya parfum-parfum yang baunya nggak pasaran. Kalau untuk parfum-parfum YSL sendiri aku sukanya pakai Caban. Ini sebenarnya seri yang nggak masuk di Indonesia. Memang banyak parfum-parfum yang nggak masuk Indonesia karena harganya yang mahal. Pemakaiannya sendiri juga tergantung gimana mood saat itu. Kalau dulu kan sempet dibedain parfum day and night. Tapi kalau sekarang aku lebih ngikutin mood aja, sih. Kadang aroma parfum tertentu bikin aku ingat dengan masa lalu juga.  Parfum yang pertama kali aku beli sendiri adalah Hugo Boss XY. Setiap kali aku nyium bau parfum itu langsung keinget “Oh pertama kali kerja dan mampu beli parfum adalah ini.” Tapi nggak ada throwback yang ke percintaan-percintaan gitu sih hehehe.”

New Year and Resolution

“Untuk tahun 2019 aku pengen punya properti punyaku sendiri. Mungkin agak telat ya harapannya karena banyak orang yang di kepala dua udah punya. Tapi karena aku masih tinggal bersama Ibu dan lebih senang untuk menghabiskan uang untuk jalan-jalan, jadi rumah atau properti bukan suatu hal yang menjadi prioritas untuk beberapa tahun ke belakang ini. Tapi karena udah kepala 4, sepertinya sudah saatnya aku punya tempat tinggal sendiri. Well, cheers to a new year and another chance for us to get it right ?”