Mencoba Sabun Mandi Lokal Tanpa SLS

Sekarang sudah banyak lho pilihan sabun mandi tanpa SLS dari brand lokal. Kali ini saya mencoba dua di antaranya.

Saya punya permasalahan kulit badan yang kering dan sensitif. Kalau pas lagi kering-keringnya, biasanya disertai rasa gatal-gatal dan juga lecet di beberapa area. Kondisi tersebut membuat kulit saya nggak mulus karena banyak penampakan bekas luka. Untuk meminimalisir gatal-gatal dan lecet tersebut, saya sebisa mungkin menjaga agar kulit saya nggak kering. Salah satunya adalah dengan menghindari sabun badan yang mengandung SLS dan SLES.

SLS dan SLES adalah jenis surfaktan yang sangat kuat, yang biasa ada di produk-produk pembersih badan dan muka. SLS ini mampu membersihkan kulit kita dari debu dan minyak dengan sangat efektif. Tapi efek sampingnya, SLS dapat menyebabkan iritasi, gatal, dan kemerahan pada kulit. Nggak semua orang akan mengalaminya, sih. Tapi karena kulit saya memang sangat kering dan sensitif, jadi tingkat toleransi kulit saya terhadap SLS sangat rendah.

Baca juga: SLS Buruk Untuk Kulit?

Kalau pada wajah, SLS ini menyebabkan kulit wajah saya semakin kering dan pada akhirnya malah memunculkan jerawat. Kalau pada kulit badan, ya seperti yang sudah saya ceritakan di atas, selain kering dan bersisik, juga terasa gatal dan muncul lecet di beberapa area.

Biasanya, sabun yang saya gunakan adalan The Body Shop Almond Milk & Honey Soothing & Caring Shower Cream atau Johnson’s Sensitive Touch Baby Wash. Keduanya adalah sabun mandi SLS-free yang mudah ditemui di pasaran. Sebenarnya nggak ada yang salah dari kedua sabun mandi tersebut, malahan keduanya punya aroma yang sangat menyenangkan. Tapi lama-lama bosan juga kan, kalau bertahun-tahun memakai sabun mandi yang sama terus-menerus.

sabun non sls lokal (3)

Beberapa waktu belakangan, saya mencoba dua sabun mandi SLS-free dari brand lokal. Yang pertama adalah Nara Sweet Orange Body Soap. Sabun ini dibuat dari saponifikasi Extra Virgin Coconut Oil, Extra Virgin Olive Oil, Sun Flower Oil, dan Sweet Orange Essential Oil. Sabun ini nggak bikin kulit saya terasa kering, tapi jangan khawatir, karena rasanya juga nggak licin setelah dibilas. Busanya nggak banyak, tapi lumayan nyaman diaplikasikan ke kulit, apalagi kalau pakai shower net.

Aroma Nara Sweet Orange Body Soap ini sesuai namanya, wangi jeruk banget! Wanginya manis dan segar. Saya suka memakai sabun mandi ini di pagi hari karena aromanya bikin saya terbangun dan lebih bersemangat. Selain tanpa SLS dan SLES, Nara Body Soap ini juga tidak menggunakan paraben dan mineral oil.

Selain Nara Sweet Orange Body Soap, saya juga sedang memakai Sensatia Botanicals Calming Body Wash. Pasti sudah banyak yang kenal dong ya, dengan brand lokal asal Karangasem, Bali ini? Sensatia Botanicals sudah mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menggunakan SLS pada produk-produknya. Karena selain berisiko mengiritasi kulit, timbunan SLS ternyata mencemari lingkungan perairan, lho!

Untuk ingredient list-nya, Sensatia Botanicals ini lebih panjang dan nggak sesimpel Nara Body Soap. Tapi untuk yang varian Calming Body Wash, dia mengandung calendula, lavender, dan chamomile. Sesuai namanya, aromanya memang sangat menenangkan. Aroma yang paling kuat tercium menurut saya adalah aroma lavender-nya. Sensatia Botanicals Calming Body Wash ini cocok banget digunakan di sore atau malam hari, saat akan beristirahat.

Seperti Nara Body Soap dan sabun-sabun mandi SLS-free lain pada umumnya, Sensatia Botanicals Calming Body Wash ini juga busanya nggak terlalu banyak. Tapi mungkin karena saya juga terbiasa dengan jenis-jenis sabun mandi seperti ini, saya sih nggak ada masalah. Shower puff atau shower net dapat membantu sabun ini untuk lebih mengeluarkan busa.

Overall saya sih cocok-cocok saja dan merasa nyaman menggunakan sabun mandi SLS-free buatan brand lokal. Bahkan kalau salah satu dari kedua sabun mandi saya di atas habis, rencananya saya ingin mencoba sabun SLS-free buatan lokal lainnya, yaitu The Bath Box Goat Don’t Lie. Ada yang sudah pernah mencoba?