Pengaruh Olahraga Untuk Area Kewanitaan

Walau bisa bakar lemak dengan baik, tapi ternyata olahraga juga bisa memengaruhi area kewanitaan kita, lho.

Tentunya kita sudah sama-sama tahu soal pentingnya tetap menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga. Tapi kali ini saya nggak akan bahas mengenai gerakan andalan untuk merampingkan perut atau pun mengencangkan bokong, tapi ternyata olahraga bisa memengaruhi kesehatan area kewanitaanmu, lho. Bahkan, perempuan yang sering berolahraga, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena infeksi pada area kewanitaannya, dibandingkan dengan perempuan yang jarang berolahraga.

Well, selain menghasilkan keringat yang bercucuran di dahi dan leher, kegiatan berolahraga juga memberikan efek yang sama pada area kewanitaan kita. Hanya efeknya didramatisir dengan lokasi yang lebih rentan panas dan jauh lebih lembap disbanding area tubuh lainnya. Nah, oleh karena itu, area kewanitaan yang panas dan lembap, plus ditambah dengan keringat yang lebih banyak saat kita berolahraga ini bisa menimbulkan jamur mudah berkembang di daerah tersebut. Ugh, nggak pingin ini terjadi saat kita lagi semangat-semangatnya membakar lemak, dong? Yuk, cari tahu cara mengantisipasinya supaya kalian tetap bisa berolahraga dengan tenang.

abs 2

Saddle Sore

Istilah ini tercipta karena biasanya area kewanitaan akan terasa lebih sakit atau tidak nyaman setelah kita bersepeda atau melakukan kelas spinning di gym. Saddle (dudukan sepeda) yang kita duduki terlalu lama dan disertai dengan beragam gerakan penuh semangat dari kelas spinning tersebut biasanya akan menimbulkan saddle sore ini. Walau mayoritas perempuan akan merasa sakit, pegal, atau tidak nyaman pada area kewanitaannya, tapi kadang ada juga yang bisa sampai benar-benar lecet. Ugh… males juga sih ngebayanginnya.

Kalau kamu suka bersepeda di outdoor, selain postur bersepeda yang benar, coba saja beri bantalan ekstra pada saddle-nya sehingga kamu bisa duduk dengan lebih nyaman di atas sepeda dalam waktu yang lama. Atau kamu juga bisa menggunakan padded chamois shorts, celana khusus untuk bersepeda yang sudah memiliki bantalan ekstra pada area kewanitaan hingga bokong. Oh ya, kalau kamu punya hobi bersepeda, baiknya hindari Brazillian wax yang membabat habis bulu-bulu di bawah sana. Kenapa? Karena area kewanitaan yang terbebas dari bulu justru akan meningkatkan kemungkinan lecet saat bersepeda.

Rasa Terbakar Saat Berlari

Biasanya area sekitar sports bra, hingga tumit suka terasa seperti “terbakar” kalau kita baru beres lari. Apalagi kalau jaraknya jauh. Tapi, hal yang kadang terlewatkan untuk kita perhatikan adalah hal tersebut juga bisa terjadi pada area selangkangan, bahkan vagina kita, lho. Untuk menghindari rasa “terbakar” akibat gesekan kulit dengan material pakaian yang kita gunakan, aplikasikan multipurpose balm pada selangkangan yang berfungsi sebagai lapisan pelindung kulit dari gesekan. Tapi INGAT, jangan diaplikasikan ke dalam area kewanitaan kalian, ya!

Aroma Tak Sedap

Sebenarnya akan menjadi tidak mungkin kalau area kewanitaan tidak memiliki aroma sama sekali. Tentunya, setiap individu akan berbeda-beda, tergantung dari apa yang dikonsumsinya dan aktivitas seperti apa yang dilakukannya. Mulai dari bahan pakaian yang digunakan, diet jadwal menstruasi, hingga kegiatan aktif berolahraga juga akan memengaruhi hal tersebut. Nah, kalau kamu merupakan salah satu perempuan aktif yang doyan berolahraga, coba deh perhatikan kembali. Setiap kalian berolahraga, pasti nggak cuma baju dan sports bra saja yang akan basah kuyup. Celana olahraga dan juga celana dalam kalian juga seringkali menjadi basah karena keringat. Apalagi kalau melakukan olahraga cardio, semisal lari. Kondisi celana yang basah oleh keringat dan terperangkap oleh kelembapan intens seperti ini lah yang bisa memicu timbulnya bacterial vaginosis, juga jamur atau keputihan, hingga berujung pada aroma yang tidak sedap. Jadi, untuk menghidari jamur berkembang di bawah sana, pastikan kalian selalu menyediakan celana dalam bersih dan kering untuk diganti setelah berolahraga, ya. Jangan merasa terlalu nyaman dengan klaim pakaian olahraga yang mudah kering, karena hal ini nggak menjamin bakteri tidak akan berkembang, lho!

pH Jadi Nggak Seimbang

pH normal area kewanitaan kita itu sekitar 3,5-4 atau memiliki sifat yang lebih asam. Nah, beberapa hal seperti saat kita menstruasi, mengonsumsi antibiotik, hingga sering berolahraga ternyata bisa menjadikan pH tersebut berubah menjadi lebih basa atau alkali. Walaupun sebenarnya area kewanitaan kita bisa mengontrol sendiri pH nya, tapi memang ada beberapa situasi tertentu yang bisa membuatnya tidak seimbang dan sulit untuk mengontrol pH naturalnya.

Salah satu trik paling gampang untuk membantu mempertahankan keseimbangan ‘ekosistem’ pada area kewanitaan kita, adalah memilih pakaian olahraga seperti nylon, spandex dan polyester, yang fleksibel dan breathable. Pastikan juga untuk selalu mengganti celana secepatnya setelah kita selesai berolahraga. Lalu, walaupun bahan baju olahraga kalian mudah kering, JANGAN PERNAH gunakan pakaian olahraga berkali-kali tanpa dicuci terlebih dahulu! Ini bisa jadi salah satu sumber bakteri yang tidak baik untuk area kewanitaan kalian.

Selain itu, kalau kamu punya hobi berenang, cobalah untuk cepat-cepat mengganti baju renangmu setelah keluar dari kolam renang—jangan biasakan berlama-lama duduk di pinggir kolam renang sambil handukan, bukannya mengganti baju. Hal ini untuk mencegah area kewanitaan berada dalam kondisi super lembap dalam waktu lama.

4

Kalau kamu sempat untuk mandi setelah berolahraga, tentunya hal ini juga akan jadi solusi yang lebih baik lagi. Tapi ingat ya, jangan sampai kalian mencuci area kewanitaan dengan memakai sabun mandi yang pH nya lebih tinggi dari pH area feminin, yaitu biasanya lebih dari 7. Ini bisa menyebabkan bakteri baik seperti lactobacillus menghilang dari area feminin kita. Pastikan di dalam tas olahraga kamu juga selalu tersedia pembersih khusus untuk area kewanitaan yang aman untuk digunakan sehari-hari dan sudah melewati Dermatology tested serta hypoallergenic, seperti Absolute Daily Feminine Hygiene Hypoallergenic. Kandungan Biolacto Active Extract di dalamnya punya pH 3,5, sama seperti area kewanitaan kita dan mampu membantu menjaga keseimbangan bakteri baik yang ada di area tersebut serta melindungi munculnya bakteri merugikan yang bisa bikin gatal. Selain itu, terdapat juga collagen extract untuk menjaga elastisitas kulit pada area tersebut, dan aloe vera yang bisa menjaga kelembapannya dengan baik.

 

Karena kalian sudah tahu apa saja hal yang bisa terjadi pada area kewanitaan saat berolahraga dan bagaimana cara mengatasinya, sekarang kamu udah nggak perlu takut lagi untuk ikutan kelas Strong by Zumba bareng sama Absolute dan Laila Munaf di Sana Studio Kith n Kin pada hari Sabtu, 15 Desember nanti. Nah, kalau mau ikutan olahraga seru bareng-bareng, langsung daftar di sini aja ya. Buruan! Slotnya terbatas cuma buat 25 orang aja, nih!