Juno & Co. Microfiber Velvet Sponge, Beneran Worth The Hype?

Juno & Co. Microfiber Velvet Sponge memang terlihat unik, tapi apakah  benar-benar memenuhi klaimnya?

Anything new and different will always be intriguing in the beauty community, baik itu dari produk makeup, skincare, maupun tools. Biasanya saya nggak terlalu tertarik untuk mencoba tools yang gimmicky, tapi beauty guru Nikkie Tutorials berhasil meracuni saya untuk membeli Juno & Co. Microfiber Velvet Sponge.

production-2346517-1841844933648999060_3308769757-images-index-2-type-standard_resolution-640-799

Image: Dok. Juno&Co.

Nama Juno & Co. memang belum pernah terdengar di dunia beauty sebelumnya, tapi belum lama ini Nikkie mencoba sponge unik ini dan memberikan review yang benar-benar racun! Mengingat harganya yang hanya USD 6, saya nggak berpikir panjang lagi dan langsung ikutan pre-order Juno & Co. Microfiber Velvet Sponge di Market Plaza Female Daily.

To state the obvious, yang membedakan sponge Juno & Co. dengan yang lainnya tentu saja adalah lapisan microfiber velvet yang membalut permukaan sponge berwarna biru muda ini. Klaimnya, microfiber velvet ini anti-microbial dan bisa membuat tampilan makeup lebih terlihat airbrushed! Hmm… kira-kira beneran worth the hype nggak ya?

At first glance

Saat pertama disentuh, sponge ini terasa ‘berbulu’,  tekstur yang terasa baru untuk sebuah sponge. Kalau sponge pada umumnya kenyal saat ditekan, Juno & Co. Microfiber Velvet Sponge terasa firm dan butuh kekuatan ekstra untuk menekannya. Ukurannya relatif besar meski kering sekalipun. Saya suka dengan bentuknya yang pipih dan runcing di ujung karena akan memudahkan untuk blend foundation atau concealer di area mata dan sekitar hidung.

Setelah dibasahkan, trying to get the excess water out is like a workout! Teksturnya yang agak keras membuat saya cukup kesulitan menekannya. Ukurannya jadi besar banget, tapi bagian ujungnya tetap runcing.

junospongw

left: dry, right: wet

Bagaimana saat dipakai untuk aplikasi foundation? Surprisingly, sponge ini terasa seperti kering ketika menyentuh wajah, meskipun sebenarnya sudah dibasahkan. Permukaannya yang berupa microfiber velvet membuat foundation nggak langsung terserap oleh sponge dan seperti ‘mengambang’ di atas microfiber-nya. Kalau sponge pada umumnya membuat tampilan foundation lebih skin-like, microfiber velvet sponge justru terkesan memberikan coverage lebih. Saya hanya butuh satu kali dip dan itu sudah mampu menutup kemerahan dan bekas-bekas jerawat di wajah saya, bahkan ada satu cystic acne yang sedang meradang pun nggak kelihatan merah. Nah, saat saya coba menggunakan beauty sponge biasa, hasilnya memang lebih sheer dan nggak terlalu menutupi PIH.

junoresult

left:  with regular beauty sponge, right: with Juno & Co Microfiber Velvet Sponge

Overall

Walaupun performa sponge ini cukup bagus, sebagai sebuah brand, Juno & Co. sebenarnya kurang konsisten dan transparan. Saya sempat kebingungan saat menyadari bahwa sponge Juno yang saya beli dari Market Plaza di forum Female Daily  dan sponge yang kak Arinda beli langsung dari website thejuno.co memiliki perbedaan yang cukup signifikan di kemasannya. Akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi Juno & Co. via DM Instagram dan dapat klarifikasi bahwa mereka memang pernah melakukan repackaging. Sayangnya, hal ini nggak diumumkan di platform mana pun secara publik. Mengingat banyaknya produk beauty palsu yang beredar saat iniwe can never be too careful, right?

Jadi, apakah saya akan repurchase Juno & Co. Microfiber Velvet Sponge? Hmm… kemungkinan sih iya.

Kamu tertarik mencoba Juno & Co. Microfiber Velvet Sponge atau justru sudah coba juga?