Skincare Journey Gabrisia | FD Member in Spotlight

Gabrisia adalah salah satu FD Member yang sering review produk dan isu skincare di FD App. Yuk, simak obrolan saya mengenai skincare journey Gabrisia berikut ini.

Dinamisnya perkembangan beauty industry, membuat kita sebagai perempuan sering kebingungan harus beli produk yang mana, apakah produk A lebih bagus dari produk B, dan berbagai macam pertimbangan lainnya. Beruntungnya ada FD App, jadi kita bisa lihat banyak review dari produk kecantikan hingga skincare dari berbagai macam member dengan concern yang berbeda-beda. Salah satu FD member, Gabrisia (FD ID: @gabrisia), terpilih sebagai FD Member in Spotlight kali ini karena rajin banget menulis review dan post mengenai isu-isu terkini seputar skincare. Penasaran? Simak terus!

Gabrisia FD 01

Sejak kapan sih kamu mulai peduli dengan skincare, dan kenapa? 

Aku udah mulai rutin pakai basic skincare sebenarnya dari zaman kuliah seperti cleanser, toner, dan sunscreen. Terus lulus kuliah sekitar tahun 2014, aku sempet pergi liburan ke Korea, dan memang waktu itu Korean beauty lagi booming. Jadi akhirnya aku beli beragam produk seperti BB Cream, liptint, sheet mask, dan skincare–padahal nggak ngerti apa-apa lebih karena laper mata aja sih. Alasan lainny adalah karena packaging-nya lucu-lucu dan harga di Korea lebih relatif murah.

Kemudian, aku tertarik nggak cuma dengan produknya aja, tapi cara mereka mengaplikasikan produk-produk tersebut dalam 10 step skincare routine. Nah, dari situ aku mulai breakout, padahal sebelumnya kulitku relatif baik-baik aja. Karena aku breakout, aku jadi panik dan malah pakai produk-produk yang harsh. Seperti cleanser yang drying, over exfoliate (scrub, peeling gel, konjac sponge, loofah, dll).

Mungkin karena memang dasarnya aku anaknya suka baca, research dan mencari info, jadi dari situ aku benar-benar belajar tentang skincare. Karena capek dengan permasalahan breakout yang nggak sembuh-sembuh, sempat kepikiran untuk berobat ke dokter aja, tapi budget-nya saat itu nggak ada. Jadilah aku harus nyari informasi sendiri dan belajar sebanyak-banyaknya, mulai dari ingredients, cara kerja produk, reaksi kulit terhadap produk, dll.

Aku akhirnya memutuskan back to basic lagi, pakai produk skincare waktu kuliah dan sesekali spot treatment juga seperti benzoyl peroxide atau salicylic acid. Begitu jerawat sudah mereda, masalah berikutnya adalah menghilangkan bekasnya. Waktu itu mulainya dengan approach yang berbeda, kali ini aku menggunakan cara yang gentle yet effective.

Memang nggak sebentar, butuh waktu sampai dapat hasil yang positif (bekas jerawat memudar), tapi selama itu juga aku jadi belajar tentang kebutuhan kulitku sendiri. Produk mana yang bisa bekerja paling efektif, hingga batas-batas seperti apa yang bisa ditoleransi oleh kulitku. Akhirnya kulitku mulai stabil lagi sekitar tahun 2016.

Apa saja hal yang kamu pertimbangkan sebelum membeli skincare? Punya kriteria khusus?

Pertimbanganku selalu kebutuhan. Apakah memang produk tersebut aku butuhkan atau tidak. Jadi, pertama kita harus tahu kebutuhan untuk memperbaiki kondisi kulit. Kedua, apa yang aku suka, karena gimanapun skincare juga masalah preferensi, seperti ingredients-nya kira-kira cocok atau nggak, teksturnya, dll.

Ketiga, apakah produk tersebut akan rajin aku pakai. Jadi, aku hampir selalu mikir “aku bakal komit nggak ya buat ngabisin?” Terakhir, yang selalu jadi pertimbangan adalah harga.

Siapa sih skincare guru yang menurut kamu paling “racun”?

Racunku hampir selalu datang dari Reddit, mungkin karena review-nya cenderung lebih objektif kali ya. Selain Reddit, belakangan aku keracunan Hwahae.

Nah, kalau untuk figure ‘guru’ sendiri aku paling suka Dr. Sam Bunting, Veronica Gorgeois, Lab Muffin, Chemist Confessions, Funskincare, sama Michelle Koesnadi

Gabrisia FD 02

 

(@gabrisia)

Skincare routine kamu saat ini seperti apa?

Skincare routine aku belakangan ini:

Gabrisia FD 03

Physiogel Cleanser / Botanic Farm Cleansing Sherbet

Cosrx AHA 7 Whitehead Power Liquid (seperlunya aja, 2-3 x seminggu)

Muji Light Toning Water / Hada Labo Gokujyun Lotion

Manyo Factory Bifida Lacto Complex

Trilogy Rosehip Oil

Canmake Mermaid Skin Gel UV

Brand dan produk skincare favorit kamu?

Brand favorit aku dari dulu sampai sekarang masih Hada Labo. Produk-produknya bagus dan harganya relatif terjangkau, seperti Hada Labo Gokujyun Lotion, aku selalu stock produk ini. Their products are great starters for basic, yet solid skincare routine. Selain Hada Labo, aku juga suka Cosrx karena nggak ‘neko-neko’ tapi bisa bekerja dengan efektif.

Apa mimpi terbesar dalam dunia beauty yang ingin diwujudkan?

Ini mungkin ‘muluk-muluk’ sih, tapi aku pengen ada produk skincare yang memanfaatkan bahan-bahan khas Indonesia, tapi juga bisa bekerja efektif dan to the point. Kalau di Korea ada brand namanya Sidmool, salah satu brand yang paling terkenal disana. Mereka memakai kandungan natural yang khas seperti fermentasi, green tea, centella, propolis, dll. Brand lain seperti Isntree dan Manyo Factory juga pendekatannya sama seperti Sidmool ini

Terakhir, apa arti Female Daily unntuk kehidupan sehari-hari?

Aku udah baca FD dari zaman Fashionese Daily haha, mulai dari sekadar memberi informasi mengenai tren dan industri fashion atau beauty sendiri, review produk, sampai bisa membentuk suatu komunitas. Format aplikasi yang sekarang menurutku sudah cukup bagus karena pembacanya juga punya minat yang sama, jadi overall suasananya positif dan saling membangun. Kalau kata Dr. Sam Bunting, “its within awareness that people do find good solutions”. Teman-teman member FD hampir semua pernah menunjukkan kekurangan dan concern mereka, dan member lain nggak menganggap itu sebagai hal yang buruk, tapi melihatnya sebagai bagian dari jati diri dan proses perjalanan seseorang. Our flaws are totally normal.