@FunSkinCare, Skincare Enthusiast Yang Tinggal di Korea & Kerja Bareng Liah Yoo

Kenalan yuk dengan Claudia Christin atau yang dikenal dengan @funskincare, seorang dokter dan skincare enthusiast yang tinggal di Korea dan kerja bareng Liah Yoo!

Instagram nggak kekurangan orang-orang yang rajin sharing seputar skincare, salah satunya Claudia Christin lewat account Instagramnya @funskincare. Mahasiswa post-graduate Dermatology ini sering sekali menulis review produk skincare maupun mengulas berbagai permasalahan kulit yang dikupas dari sisi medis. Saya enjoy banget baca content yang ditulis oleh Claudia, apalagi dia sering menggunakan ilustrasi dan infografik menarik, yang bikin topik “berat” yang diulasnya jadi semakin enak dibaca.

Saya juga semakin tertarik kenalan dengan Claudia setelah mendengar berita bahwa ia dipilih menjadi salah satu tim riset Liah Yoo, skincare guru yang hadir di JakartaXBeauty 2018 kemarin yang juga merupakan pendiri skincare brand Krave Beauty. Living in South Korea and working with one of the most prominent skincare gurus? Sounds like a cool life! Karena kehidupannya terdengar sangat menarik, saya pun mengajak Claudia untuk ngobrol-ngobrol seputar ketertarikannya di dunia skincare, kegiatannya  sehari-hari, pekerjaannya, dan, tentunya, skincare routine-nya! Yuk, simak obrolan kami!

Hi, Claudia! Kamu tinggal di Korea Selatan ya? Bisa diceritain kenapa tinggal di sana?

Iya aku tinggal di Korea Selatan sejak September tahun lalu. Setelah aku lulus kuliah kedokteran di China, aku memutuskan untuk meneruskan studi master di bidang Dermatology karena selama clinical internship aku bener-bener tertarik dengan bidang ini. Since I’ve heard a lot of good things about Korea in their skin and beauty industry, I decided to apply to one university here and luckily got accepted, so here I am :D Di sini aku melanjutkan studi sebagai mahasiswa integrated master and PhD degree, jadi aku tidak praktek di sini. Sehari-hari aku melakukan riset yang tentunya berhubungan sama kulit dan penyakitnya. My field of interest adalah photoaging (penuaan karena matahari), melanoma, dan juga keloid. My research are all related to these topics. My only interactions with patients are when I needed to take samples for research purposes. 

funskincare

Mulai kapan tertarik dengan dunia skincare?

Aku pertama kali tertarik dunia skincare saat SMA. So, I genetically have a really acne-prone skin dan selama masa puber sudah jadi makanan sehari-hari untuk bolak-balik ke dokter kulit. Tapi karena capek setiap kali berobat aku selalu relapse dan keadaan kulit aku menjadi makin buruk, I tried to find the solution by myself through skincare and it works! Tapi saat itu aku masih belom pede untuk sharing.

Kenapa memulai account Instagram @funskincare dan juga blog yang membahas tentang skincare?

Sebelum aku mulai akun Instagram @funskincare, aku mulai menulis blog soal kesehatan kulit dan skincare di blog aku (funfunteatime.wordpress.com), saat itu aku lagi internship di rumah sakit di China. I started to gain more interest and knowledge about skin in general from practices in the hospital. I found that there are many more patients coming with sensitized skin which is caused by ‘abusing’ their skincare routine. Karena jaman sekarang itu product semakin banyak dan variatif dengan klaim yang nggak jarang “misleading” for people in general, orang-orang mulai bingung dan mau mencoba segala hal, without even knowing how they’re supposed to use it and whether it is suitable for their skin concern. Dari sana aku baru mulai merasa terpanggil untuk share pengetahuan aku soal kesehatan kulit, skincare, and how to use them “wisely”. 

Funskincare_1

Lalu akun @funskincare sendiri itu baru aku buat sejak aku pindah ke Korea. Sejak aku pindah kesini, with all the accessibility to the beauty products (literally just a few second walk away from my house here), I can’t stand but to spend a “little” too much on products :p. I am those kind of people who like to keep the packaging but all of a sudden my tiny rooms turn into a garbage full jars and bottles of empty products. Karena sayang dibuang begitu aja (apalagi karena kemasannya lucu-lucu), I decided to take a picture of them and posted them on Instagram. And then I just realized that there are a lot of people out there who share the same interest and passion for skincare on Instagram from all around the world. 

By all means, I can’t say that I am an expert (yet), I am still in the process of learning, aku sendiri juga belajar banyak selama mencari bahan untuk sharing. So I also take this as a motivation for me to never stop learning and share more information to everyone.

You use mostly Korean products, itu karena kamu memang tinggal di sana, sehingga lebih mudah mendapatkannya, atau memang lebih prefer Korean skincare daripada yang lain? Kalau iya, kenapa?

Iya, aku pakai Korean skincare karena aku tinggal di sini dan there are TONS of products here coming out every single day. Jadi memang ga ada habisnya. Walaupun in my honest opinion, products line here can be a little boring at times. Karena mereka sangat trend-oriented, jadi kalau satu product dengan sau jenis ingredients lagi tren, all brands will start to come out with similar concept but slightly different in a way. Tapi karena pace di sini super cepat, jadi dalam beberapa waktu trennya akan berubah dan selalu inovatif!

I like Korean skincare karena sebenernya dia generally lebih affordable dari Western brands with almost or not the same quality in my opinion. Of course there are some exceptions ya, untuk Western skincare brands mereka lebih banyak dan experiment more on actives (with even higher concentration), sementara di Korea cenderung more on the “safe” side dan cocok untuk skin concern-ku sekarang ini.

Menurutku produk-produk Korea super cocok untuk anak muda yang belum punya specific concern on their skin and just want to maintain a healthy skin barrier.

FunSkinCare_2

Menurut kamu apa sih yang jadi “key difference” untuk perempuan Korea dan Indonesia dalam merawat kulitnya? Why do you think they have such great skin?

It’s a part of their culture.

Menurutku key difference nya adalah mereka melihat skincare as a “need” seperti makanan sehari-hari. Jadi skincare itu bukan hal yg tabu untuk dipakai siapa aja dari segala usia dan gender. It’s more like a part of their culture to take care of their skin. Nggak cuma lewat skincare tapi juga perawatan-perawatan di klinik.

It’s not only for the “rich”.

Harga skincare di sini termasuk murah, bahkan bisa lebih murah dibanding makanan, jadi siapa saja bisa mengakses skincare products, of course with a good quality. (Let’s say harga sheet mask itu 1,000KRW per pieces di sini, sedangkan sekali makan itu paling murah disini 4,000KRW hahaha)

Karena mindset ini sendiri, jadi mereka kebanyakan nggak punya banyak permasalahan kulit seperti flek, acne, premature aging, dll. Their minds build their habits, and it results in their great and healthy skin. (Not everyone, but most people).

Please name 3 must-have products in your skincare shelf now

–       Cleansers (any gentle cleansers)

–       Moisturizers (I rotate my moisturizers depending on the weather and my skin’s needs, but since I tend to have an oilier skin, I will gravitate towards gel moisturizers)

–       Sunscreen (My number one shield from photoaging)

Denger-denger kamu sekarang kerja dengan Liah Yoo juga? Bisa diceritakan sebagai apa dan gimana ceritanya?

Funskincare_3

Iya, I was lucky enough to get to know meet her in person back in March this year. Aku contribute in Krave Beauty as a part of their research team. Aku sebagai seseorang dengan background medis (dermatology) jadi gabung untuk memberikan perspektif baru from the eye of a “physician” tentang apakah produk yang dikembangkan akan baik untuk kesehatan kulit customer. Jadi lebih fokus ke update ingredients-ingredients terbaru dan research if its’ possible to put them in the products and how it will benefit the customers. It’s not about making a ‘fancy’ formulation with the ‘fanciest’ ingredients, tapi lebih fokus ke bagaimana produk itu bisa “benefit” the user itself.

Selain itu, aku juga kontribusi sebagai writer di daily blog post Krave Beauty. So please do subscribe to their weekly newsletter! 

Could you please tell us your current morning and evening skincare routine?

Karena musim di Korea sudah mulai dingin jadi aku lebih fokus ke hydration. Tapi untuk specific products-nya sendiri aku suka ganti-ganti sih, hehehe

AM

–       Cleansers: Innisfree Blueberry pH Rebalancing Cleansers or Krave Beauty Match Hemp Hydrating Cleanser

–       Goodal Vita C Dark Spot Serum

–       Cremorlab Hydra Intense Cream

–       Krave Beauty Beet the Sun

 

PM

–       Bonair Blue Tansy Cleansing Oil

–       Cleansers (same as AM)

–       Olivarrier Skin Barrier Dual Moist Toning Lotion

–       Goodal Vita C Dark Spot Serum

–       Oil: Urang Blue Oil Serum or  Moisturizer: Cremorlab Hydra Intense Cream

I rotate the products every now and then depending on my skin’s need. Terus aku juga penggemar banget wash-off mask so I like to put on wash off mask before I take a bath each night after I cleanse my face. Mungkin kedengerannya ribet banget ya, tapi aku enjoy banget and I really look forward to each “skincare session” every single day. So relaxing and relieve all the stresses from work!