Brand dan Influencer Kontroversial, Masih Mau Dukung?

Kini, beauty enthusiasts semakin peduli terhadap nilai di balik brand dan influencer. Banyak yang nggak ingin lagi mendukung brand dan influencer kontroversial. Kalau kamu?

Masih ingat drama beauty Youtubers yang sempat heboh beberapa minggu terakhir ini, kan? Nggak hanya berdampak pada jumlah followers dan subscribers, drama ini juga mempengaruhi minat beli para beauty enthusiasts terhadap brand makeup yang ‘terikat’ dengan Youtubers yang terlibat. Sebut saja Laura Lee Los Angeles milik Laura Lee dan Lunar Beauty milik Manny MUA.

Sebelum drama Youtubers yang baru-baru ini terjadi, beberapa brand makeup dan skincare juga sempat terkena backlash akibat hal-hal kontroversial yang meliputi mereka. Banyak beauty enthusiasts yang mengungkapkan bahwa mereka nggak mau lagi memberikan support terhadap brand-brand ini karena perilaku owner-nya yang dianggap problematis.


View this post on Instagram

❤️????

A post shared by THE ABNORMAL BEAUTY COMPANY (@deciem) on

Followers Instagram Deciem pasti ingat dengan drama takeover yang dilakukan CEO Brandon Truaxe sejak awal tahun 2018. Selama mengambil alih media sosial Deciem, Ia sering kali mengunggah video yang sifatnya sangat personal (anxiety breakdowns), membalas komentar followers dengan perkataan yang kurang sopan, sampai ‘menyerang’ brand skincare Drunk Elephant. Hal ini membuat fans Deciem kecewa dan nggak mau support company ini lagi. Sangat disayangkan, ya, mengingat produk-produk Deciem kualitasnya bagus dan harganya affordable. Unfortunately, this somewhat abrupt move changed everything.

Dalam dunia makeup, kontroversi lebih sering lagi terjadi. Tarte sempat menerima backlash dari beauty enthusiasts setelah merilis Shape Tape Foundation yang shade-nya dianggap kurang beragam dan memberikan alasan yang terkesan tone-deaf terhadap isu ras (terutama di Amerika Serikat). Instead of addressing this subject, pihak Tarte justru mengadakan Instagram giveaway yang berlangsung selama 24 jam dan membuat kolom komentar di akun Instagram-nya dipenuhi dengan palm tree emoji yang ‘menutupi’ komentar lainnya yang bernada kekecewaan.

Dilanjutkan dengan kasus Kat Von D yang memberi statement bahwa dia nggak akan memvaksin anaknya. Beauty enthusiasts yang peduli dengan isu vaksinasi sampai sekarang masih terus menunjukkan penolakan untuk mendukung brand Kat Von D dengan meninggalkan komentar di posts yang membahas brand ini.

 

Baca juga: Saya Anti Brand Makeup Kontroversial

Nah, kalau kita perhatikan, reaksi beauty enthusiasts terhadap drama-drama ini menunjukkan bahwa the values behind a brand really affect their decision-making process. Kontroversi seperti ini berhasil meningkatkan awareness terhadap brand value. Kini konsumen nggak lagi hanya memikirkan apakah kualitas lipstik A bagus atau nggak, formula eye shadow B mudah di-blend atau sulit. Tapi juga mempertimbangkan pengaruh brand tersebut terhadap masyarakat, lingkungan, atau sekadar memberikan peace of mind.

Tentunya nggak semua orang akan melihat drama ini sebagai suatu problema. Pasti tetap ada kok yang masih setia membeli produk-produk Deciem, Kat Von D, Tarte, dan brand ‘problematis’ lainnya karena merasa what they do with their money is not anyone else’s business. Well, to each his own. Pilihan untuk mendukung maupun nggak tentu saja adalah hak masing-masing orang. Mengutarakan aspirasi dalam bentuk komentar kekecewaan di media sosial pun sah-sah saja, selama nggak melampaui batas dan berubah menjadi ajang bullying.

Kalau kamu, apa masih mau mendukung brand dan influencer kontroversial? Kontroversi apa yang bikin nggak pingin support suatu brand lagi?