Mengenal Proses Jadi Hair Stylist Sukses L’Oreal Professionnel

Ketika minggu lalu saya ngecat rambut di L’Oreal Hair Academy, saya berkenalan dengan “guru” ngecat rambut yang ganteng ini. Yuk, kenalan dengan Thomas Mattel, Technical Commercial Manager L’Oreal Professionnel Indonesia.

Di pagi yang cerah itu, saya nggak menyangka bahwa hair stylist yang akan mengecat rambut saya adalah seorang cowok ganteng. Ketika tiba di L’Oreal Hair Academy, sebenarnya saya sudah terlambat sekitar 15 menit dari waktu yang telah ditentukan. Tapi hati saya sedikit tenang, karena Anna, teman saya dari media lain telah hadir tepat waktu dan dia juga sudah mengabari via chat di WhatsApp bahwa proses pewarnaan rambutnya sudah dimulai.

Thomas Mattel 1

Maka, ketika melangkah memasuki ruangan kelas yang besar itu, saya pun langsung menyapa Anna lebih dulu dan sama sekali nggak memperhatikan sang hair stylist yang tampak sibuk menyiapkan peralatan cat rambut di belakangnya. Saat saya duduk di sebelah Anna, barulah saya menatap cermat ke sang hair stylist. Sadar dirinya sedang saya tatap baik-baik, Thomas pun langsung menyapa ramah “Hai, nama saya Thomas. Tapi biasa dipanggil, Tom!” Dan beberapa menit berikutnya, saya dan Tom pun terlibat pembicaraan akrab seputar proses pewarnaan rambut hingga awal mula ia terjun ke bidang tata rias rambut.

Apakah kamu sekolah khusus untuk menjadi hair stylist/ colorist?

“Saya sudah belajar tentang tata rias rambut sejak muda. Begitu lulus high school, saya melanjutkan ke sekolah khusus makeup and hair styling, School Hairdressing Schanfelaer Normand di Lille, France. Di Prancis, jika kamu ingin bekerja menjadi hair stylist atau makeup artist, harus kuliah di akademi khusus. Di tempat ini, saya kuliah khusus hairdressing selama 4 tahun.”

Oh jadi, tidak seperti di sini ya, banyak MUA atau Hairdresser di sini yang otodidak atau hanya belajar dari kursus singkat dan langsung bisa kerja di salon?

“Ya, ada juga sih di sana yang langsung kerja di salon. Tapi biasanya mereka hanya bisa jadi bagian kebersihan, tidak boleh menangani klien. Mereka tidak bisa menjadi hair colorist, tidak diperbolehkan memegang klien untuk cat rambut. Dulu, ketika saya masih kuliah juga sempat kerja part time di salon. Tapi hanya bagian membersihkan salon: menyapu, membersihkan lantai kamar mandi dengan sikat gigi, hahaha…”

Thomas Mattel 2

Ceritain dong bagaimana perjalanan karier kamu hingga akhirnya bisa bekerja sebagai Technical Commercial Manager di sini?

“Setelah lulus kuliah tentang tata rias rambut, saya sempat bekerja setahun di Paris. Lalu saya bertekad untuk bisa keluar dari Prancis karena ingin melihat dunia dan juga ingin belajar bahasa Inggris. Maka, umur 22 tahun, saya nekad pergi ke Sydney dan di sana langsung diterima bekerja di sebuah salon. Setelah puas menimba ilmu, saya pun memutuskan melamar kerja di L’Oreal Professionnel Indonesia. Pertama kali bekerja diterima sebagai Senior Educator Manager. Saya memilih untuk bergabung dengan L’Oreal karena ini merupakan perusahaan ternama di dunia. Kini, nggak terasa saya sudah bekerja selama tiga tahun di sini and I’m very happy!”

Pria kelahiran Perancis 30 tahun lalu ini bahkan sudah sangat menikmati tinggal di Jakarta yang macet. Bahasa Indonesianya pun sudah sangat fasih. Tom sudah menikah dengan perempuan Indonesia yang cantik dan memiliki seorang putra. Bahkan dari rumahnya menuju ke kantor, Tom bercerita bahwa ia sudah terbiasa naik motor sambil merokok pula! Hahahaa…sudah seperti cowok Jakarta yang doyan naik motor, kan?

Apa yang membuat kamu happy bekerja sebagai Technical Commercial Manager di L’Oreal Professionnel?

“Bekerja di sini membuat saya harus belajar terus. Sebagai seorang educator, berarti saya harus selalu punya banyak tips dan pengetahuan lebih yang nantinya bisa saya bagi kepada para educator L’Oreal Professionnel yang ada di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Setiap kali ada hair trend terbaru dari L’Oreal pusat, maka saya bersama Indra Tanudarma, Head of Education L’Oreal Professionnel di sini akan mempelajarinya. Lalu kami berdua berdiskusi tentang bagaimana trend ini akan disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Misalnya, apakah warna-warna rambut yang ditawarkan cocok dengan warna kulit perempuan Indonesia, bagaimana dengan selera masyarakat di sini. Jadi, saya selalu dituntut untuk terus belajar.”

Thomas Mattel 3

Apa saja sih tugas kamu sebagai Technical Commercial Manager di L’Oreal Professionnel Indonesia?

“Setiap bulan saya akan berkeliling  Indonesia, untuk menghadiri event, field visit serta coaching team edukasi,  membagi ilmu tentang mewarnai rambut kepada para educator  L’Oreal Professionnel yang ada di kota-kota besar seluruh Indonesia. Saya sudah berkeliling Indonesia mulai dari Pekan Baru, Bali, Surabaya dan berbagai kota besar lainnya.  Asyik kan?”

Selama proses pewarnaan rambut yang memakan waktu sekitar empat jam itu, Tom tidak hanya mengecat rambut saya dan Anna, tapi di tengah-tengah proses pengerjaan rambut saya dan Anna, tiba-tiba datang lagi April, seorang MUA yang juga sudah dibuatkan janji untuk mencoba teknik coloring Parisian Brown Balayage. Bisa kamu bayangkan betapa sibuknya Tom harus mengecat rambut tiga perempuan sekaligus tanpa bantuan seorang asisten pun!

Saya sungguh kagum melihat cara kerjanya. Dia tidak tampak lelah, selalu tersenyum dan tidak terdengar sepatah kata keluhan sekalipun! Ketika saya pancing dengan pertanyaan, apakah nggak capek? Tom menjawab sambil tertawa, “Kalau mau menjelang weekend, salon biasanya selalu ramai, kan?”

Thomas Mattel 4

Seluruh proses hair coloring kami bertiga pun ditangani sendiri oleh Tom, mulai dari pengaplikasian highlight, mencuci rambut, mewarnai rambut, mencampur ramuan cat rambut, mengambil handuk, hingga akhirnya mengeringkan dan mencatok rambut kami. He works very professionally! 

Saya yang cuma tinggal duduk saja rasanya pegal deh. Sementara Tom berdiri dan berjalan ke sana ke mari selama lebih dari lima jam. Terus terang kami bertiga saat itu kagum dengan cara kerja Tom yang sangat terampil dan cekatan. Saya pun sempat berkomentar spontan, “Kamu tampak sangat menikmati ya saat mewarnai rambut kami. Saat kamu mengaplikasikan cat rambut kayak sedang bermain-main ya Tom!” Dan Tom pun merespon, “Nah, penting kan untuk selalu happy saat bekerja.” Akhirnya, ketika rambut saya mulai dicatok, saya pun spontan langsung mengucapkan terima kasih pada Tom yang sudah membuat warna rambut saya jadi lebih indah! Thank you Tom for my new hair style! I really love it!