10-Step Korean Skincare Sudah Kuno?

Setelah memantau tren skincare Korea belakangan dan mendengar langsung dari Liah Yoo yang bilang bahwa banyak orang Korea yang sudah “move on” dari 10-step skincare, saya langsung berpikir: is this trend finally dying?

Saya pribadi nggak pernah mempraktikkan 10-step Korean skincare. Selain karena memang sensitif, saya merasa kulit saya sudah gampang lembap hanya dengan satu hydrating lotion dan water-based moisturizer. Maybe sometimes I add thin layer of cream, just to protect my skin from flaking due to acne treatments. Menumpuk hidrasi dengan multiple products bukan metode yang cocok untuk saya, meskipun saya tahu banyak banget kisah sukses 10-step Korean skincare di luar sana.

Lihat juga: Tips Glowing Skin Tanpa Makeup ala Korea

Screen-Shot-2017-08-21-at-10.05.35-PM1Dari sesi Exclusive Dinner yang diadakan bersama Liah Yoo di Jakarta X Beauty 2018 kemarin, Liah bercerita bahwa orang Korea sekarang justru banyak yang merangkai skincare routine mereka seringkas mungkin. Berhubung konsep awal 10-step skincare adalah menjaga hidrasi, banyaknya produk yang digunakan nggak cuma untuk nambah-nambahin jumlah produk yang dipakai aja, tapi masing-masing memang ada fungsinya sendiri. Nah, ketika sudah banyak produk multifungsi di luar sana, buat apa pakai produk banyak-banyak kalau sebenarnya bisa dipangkas?

Neogen Cica Pads atau COSRX PHA Moisture Pads, misalnya, yang memberikan manual exfoliation sekaligus melembapkan kulit. Ada juga Klairs Freshly Juiced Vitamin E Mask, yang merupakan pelembap di malam hari dan bisa membantu kulit lebih cerah–no serum needed.  Produk essence yang teksturnya cenderung thick pun juga mungkin bisa meliputi hydrating toner ataupun emulsion. Kunci kulit yang lembapnya seimbang cuma satu, kadar air yang cukup  dan emollient atau oklusif di atasnya supaya kelembapannya terjaga. Kalau memang bisa dicapai dengan dua atau tiga produk aja, kenapa enggak?

Salah satu concern lainnya tentang 10-step skincare adalah bagaimana kita mengekspos kulit dengan berbagai macam ingredients yang berbeda. Mungkin cenderung lebih aman ketika produk yang dipakai bahan utamanya adalah yang sudah tersedia secara alami di kulit kita seperti hyaluronic acid, ceramide, fatty acid, natural moisturizing factor (NMF), dan sebagainya. Tapi ketika sudah bersentuhan dengan bahan-bahan dari essential oil atau fermentasi yang tentunya bahan “asing”, kulit akan mudah kaget dan memberikan reaksi negatif.

Poinnya adalah, skincare Korea sendiri sudah banyak memberikan opsi lebih praktis untuk referensi perawatan kulit. Tentu semua kembali lagi ke kamu, apakah memang nyaman menggunakan skincare beberapa tahap atau sudah merasa cukup dengan routine pendek. Semuanya balik lagi ke kondisi kulit dan kondisi dompet, jangan sampai karena harus memenuhi kuota skincare tertentu, kamu jadi belanja produk yang nggak perlu. Toh yang penting adalah gentle dan efektif, bukan masalah jumlah produknya :)